Jateng Target Zero Sampah 2028, Model Banyumas Dilirik Pemerintah Pusa
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 99
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo melayani wawancara wartawan. (Foto: Humas Jateng)
BANYUMAS (KebumenUpdate.com) – Presiden Prabowo Subianto meninjau sistem pengelolaan sampah terpadu di TPST Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE), Desa Kaliori, Banyumas, Selasa 28 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menilai model berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan efektif dan berpotensi direplikasi secara nasional untuk mendukung target pengurangan sampah.
Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta sejumlah pejabat kementerian. Presiden menerima paparan langsung terkait sistem pengelolaan sampah yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pengolahan akhir.
Kepala UPTD TPST Banyumas, Edy Nugroho, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan mengusung konsep waste to value, yakni mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to value, sampah jadi bernilai ekonomi,” ujarnya.
Data menunjukkan, timbulan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 574,52 ton atau 77,76 persen telah tertangani, sementara sisanya masih dalam proses pengelolaan, terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas TPST.
Pengelolaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan di TPS3R oleh masyarakat, hingga pemrosesan di TPST BLE menjadi bahan bakar alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF).
Presiden mengapresiasi sistem tersebut dan menyatakan dukungan pemerintah pusat untuk pengembangannya.
“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta menurunkan bantuan langsung agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” kata Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi prioritas nasional yang harus diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Perluasan RDF dan Target Zero Sampah
Gubernur Ahmad Luthfi menyebut ketertarikan Presiden juga terlihat pada pengembangan fasilitas RDF di Jawa Tengah. Saat ini, sebanyak 13 kabupaten sedang dalam proses pengembangan, sementara tiga daerah telah beroperasi.
Menurutnya, Banyumas menjadi contoh nyata pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat hingga sektor industri. Pemprov Jawa Tengah juga menggandeng empat pabrik semen sebagai offtaker untuk menyerap hasil olahan RDF.
“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan pengolahan sampah berbasis kawasan untuk wilayah dengan volume tinggi, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Ahmad Luthfi optimistis Jawa Tengah mampu melampaui target nasional pengelolaan sampah yang ditetapkan pada 2029.
“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” ujarnya.
Kunjungan Presiden ke Banyumas memperkuat posisi daerah tersebut sebagai model nasional pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperluas penerapan sistem serupa guna mempercepat penanganan persoalan sampah secara berkelanjutan di Indonesia. Makin tahu Indonesia***







Saat ini belum ada komentar