Angin Kencang Landa Kebumen, Listrik Padam di 10 Kecamatan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 10 Des 2020
- visibility 1.385
- comment 0 komentar

Salah satu tiang listrik milik PLN ambruk sehingga aliran listrik terganggu. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Hujan yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen pada minggu kedua bulan Desember 2020 tepatnya dari 8 – 9 Desember 2020. Cuaca ekstrem tersebut terjadi bertepatan dengan pesta demokrasi yakni Pilkada Kebumen.
Kejadian itu mengakibatkan beberapa rumah warga rusak tertimpa pohon yang tumbang diterjang angin. Selain menimpa rumah warga pohon juga menimpa jaringan listrik milik PLN. Hal itu berdampak pada padam listrik di beberapa wilayah di Kebumen.
10 Kecamatan Alami Listrik Padam
Merujuk data PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kebumen, ada sekitar 10 kecamatan yang mengalami listrik padam dikarenakan bencana tersebut. Yakni Kecamatan Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan, Alian, Kebumen. Kemudian Kecamatan Mirit, Bonorowo, Prembun dan Padureso.
Manager PLN ULP Kebumen, Teguh Suprabowo membenarkan hal tersebut.
“Akibat dari pohon roboh yang menimpa jaringan/kabel milik PLN, aliran listrik di wilayah tersebut menjadi padam,” ujarnya.
PLN Apresiasi Laporan Warga
Teguh mengapresasi berbagai pihak yang memberikan bantuan berupa laporan. Beberapa warga yang mendengar suara ledakan disertai listrik padam melaporkan kepada PLN.
“Hal ini membuat penanganan padam akibat gangguan lebih cepat tertangani,” ujarnya.
Teguh mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada warga masyarakat khususnya jajaran Forkompida dan KPU Kebumen yang terdampak padam listriknya di sela Pilkada.
Warga Diminta Peduli Kondisi Jaringan Listrik
Untuk mengurangi risiko gangguan listrik akibat pohon tumbang, Teguh mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk peduli terhadap kondisi jaringan listrik. Caranya dengan tidak mananam pohon di bawah jaringan listrik. Atau mengikhlaskan serta mengijinkan pohonnya yang dekat dengan jaringan listrik untuk dilakukan penebangan oleh pihak PLN.
“Kami juga meminta warga tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jaringan listrik,” ujarnya. (gun)







Saat ini belum ada komentar