Pandemi Covid-19, Target Pendapatan Pariwisata Diturunkan Jadi Rp 4,5 Miliar

  • Whatsapp
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto meninjau persiapan Goa Jatijajar. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto meninjau persiapan Goa Jatijajar. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

AYAH (KebumenUpdate.com) – Penutupan seluruh objek wisata baik yang dikelola Pemkab Kebumen maupun pemerintah desa selama Pademi Covid-19 berdampak anjloknya pendapatan dari sektor pariwisata.

Bahkan Pemkab Kebumen bakal menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 dari sektor pariwisata. Dari target pendapatan sebesar Rp 10,872 miliar akan dikurangi menjadi Rp 4,5 miliar.

Berita Lainnya

“Pengurangan target akan ditetapkan pada APBD Perubahan 2020 nanti,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kebumen Azam Fatoni di sela-sela mendampingi Wabup Kebumen Arif Sugiyanto meninjau persiapan pembukaan objek wisata Kebumen di Goa Jatijajar, Sabtu 7 Juni 2020.

Pendapatan Triwulan Pertama 2020 Rp 1,3 Miliar

Tampak mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Ujang Sugiono, Asisten I Sekda Hery Setyanto, Kepala Bap3da Kebumen Ir Puji Rahaju.

Azam menambahkan, sebenarnya triwulan pertama 2020 pariwisata di Kebumen cukup baik. Realisasi pendapatan tercapai 12 % dari target awal Rp 10,872 miliar atau sekitar Rp 1,3 miliar.

“Kami optimistis target yang baru ini akan bisa tercapai. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu dan masyarakat bisa kembali berwisata,” ujar Azam Fatoni menyebutkan bahwa keselamatan dan kesehatan itu jauh lebih penting ketimbang pendapatan.

Objek Wisata Bakal Dibuka Kembali Juli 2020 
Wabup Arif Sugiyanto mencuci tangan di wastafel di depan lokel Goa Jatijajar. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Wabup Arif Sugiyanto mencuci tangan di wastafel di depan lokel Goa Jatijajar. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sementara itu, Pemkab Kebumen berencana membuka kembali objek wisata pada bulan Juli mendatang. Saat ini pembenahan dilakukan di sejumlah tempat wisata. Salah satunya mengenai persiapan insfrastruktur protokol kesehatan yang akan diterapkan di objek wisata.

Adapun protokol kesehatan meliputi pengunjung diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan di tempat cuci tangan, semua petugas yang melayani diharuskan memakai penutup muka atau faceshild. Sebelum memasuki objek wisata pengunjung juga dicek suhu tubuh dengan thermo gun.

“Pengunjung yang ada di dalam juga dibatasi jumlah dan waktunya. Kapasitas pengunjung di Goa Jatijajar misal biasanya 300 wisatawan hanya dibatasi 100 orang saja,” jelas Wabup Arif Sugiyanto yang juga Wakil Ketua Gugus Covid 19 Kebumen.

14 Hari Kelayakan Objek Wisata akan Evaluasi  
Goa Dempok sebagai pintu masuk Goa Jatijajar. (Padmo-KebumenUpdate)
Goa Dempok sebagai pintu masuk Goa Jatijajar. (Padmo-KebumenUpdate)

Setelah 14 hari ke depan, pembukaan objek wisata nantinya akan dikaji kembali untuk melihat kelayakan objek wisata tersebut. Kemudian nantinya seluruh petugas dan pedagang yang ada juga akan dilakukan rapid test.

Nantinya semua objek wisata di Kebumen harus memiliki izin untuk memulai pembukaan dari Bupati yang juga sebagai ketua gugus Covid-19. Selain itu, objek wisata yang ada di Kebumen hanya diperuntukkan untuk wisatawan lokal dan belum diperbolehkan bagi wisatawan luar daerah.

“Untuk sementara tempat wisata hanya diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan local, dan bukan wisatawan luar daerah,” ucap Azam Fatoni. (ndo)

Berita Terkait