Perajin Gerabah Gebangsari Dilatih Strategi Marketing
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 12 Agu 2020
- visibility 2.276
- comment 0 komentar

Anggota Tim Pengabdi Akhmad Syarifudin SE MSi didampingi Ketua Tim Dani Rizana MPd MM menyerahkan banner kepada Kades Gebangsari Dalmo. (Foto: Istimewa)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Marketing masih menjadi kendala bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya. Tak terkecuali, hal itu dialami para perajin gerabah di Desa Gebangsari, Kecamatan Klirong, Kebumen.
Untuk itu melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa Kebumen melaksanakan pelatihan penerapan strategi marketing berbasis inovasi bagi para perajin gerabah.
Pelatihan Hadirkan Dua Narasumber

Pakar manajemen marketing sekaligus dosen STIE Putra Bangsa Dr Sigit Wibawanto SE MM menyampaikan materi. (Foto: Istimewa)
Pelatihan yang berlangsung di Galeri Gerabah Gebangsari, Rabu 12 Agustus 2020 itu merupakan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dilaksanakan STIE Putra Bangsa.
Dua narasumber dihadirkan yakni pakar manajemen marketing sekaligus dosen STIE Putra Bangsa Dr Sigit Wibawanto SE MM dan Praktisi Bisnis Nasional Joko Fitra MSc MM.
Joko Fitra memaparkan bahwa pada umumnya marketing dimaknai sempit yakni transaksi. Padahal kunci marketing yang tepat yakni gaungkan iklan dulu sebelum mencari transaksi. Hingga kini pada umumnya marketing masih dilaksanakan dengan sangat sederhana yakni memasang foto produk di Facebook yang disertai dengan harga.
“Padahal seharusnya tidak seperti itu,” ungkapnya.
Beri Informasi Produk Kepada Masyarakat

Praktisi Bisnis Nasional Joko Fitra MSc MM menyampaikan materi. (Foto: Istimewa)
Keinginan yang kuat untuk cepat mencapai transaksi justru akan menjadi penghambat bagi tercapainya transaksi. Untuk itu hal terpenting yakni mengiklankan produk. Artinya memberi informasi kepada masyarakat terkait produk tersebut. Informasi atau iklan tersebut harus masif dilaksanakan.
“Dengan demikian akan banyak pihak yang tertarik. Setelah itu secara otomatis akan terjadi transaksi,” katanya.
Joko juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara terintegrasi dan terpadu. Dalam hal ini Facebook atau Instagram merupakan media yang sangat tepat untuk mengenalkan atau menginformasikan produk.
Perajin Gerabah Didorong Terus Bernovasi

Para perajin aktif bertanya selama pelatihan. (Foto: Istimewa)
Sedangkan website berfungsi untuk menjelaskan rinci dengan deskripsi produk tersebut. Sama dengan Website, Youtube menjelaskan secara visual. Sedankan Whatsapp untuk melakukan transaksi.
“Dengan terpadu seperti itu marketing akan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sedangkan Sigit Wibawanto menjelaskan tentang pentingnya inovasi produk. Dia mendorong perajin gerabah di Desa Gebangsari terus melakukan inovasi.
“Sehingga produknya akan berbeda dengan yang lain dan tentunya akan dicari oleh para konsumen,” ujarnya.
Gali Permasalahan Perajin Lalu Beri Solusi

Para perajin foto bersama saat pelatihan. (Foto: Istimewa)
Ketua Tim Pengabdian Dani Rizana MPd MM menyampaikan, sebelumnya telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan para perajin gerabah. FGD Digelar untuk menggali permasalahan perajin khususnya di bidang marketing.
Dalam FGD tersebut diketahui marketing masih menjadi persoalan. Untuk itulah program pelatihan penerapan strategi marketing berbasis inovasi dilaksanakan. Melalui pelatihan tersebut memberi masukan atas permasalahan yang didiskusikan sebelumnya.
“Dengan ini diharapkan pelaku UMKM dapat memahami marketing, sehingga dapat memasarkan produknya dengan baik,” tuturnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar