Kondisi Terkini Penanganan Longsor di Jalur Karangsambung-Sadang
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- visibility 598
- comment 0 komentar

Alat berat dikerahkan untuk mengepras tebing yang rawan longsor. (Foto; BPBD Kebumen)
KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen terus melakukan penanganan terhadap tanah longsor yang terjadi di jalur Karangsambung-Sadang, tepatnya di Desa Totogan, Kecamatan Karangsambung. Longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan pada Jumat malam 24 Oktober 2025.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Bagus Priyanto SST, menjelaskan bahwa penanganan darurat dimulai sejak Sabtu 25 Oktober 2025. Tim gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, Perhutani, dan Forkopimcam Karangsambung langsung meninjau lokasi serta melakukan asesmen awal.
“Langkah pertama kami adalah menilai kondisi lapangan dan mengidentifikasi potensi longsor susulan. Setelah itu, kami menebang sekitar 30 pohon pinus yang tumbuh di lereng dan berisiko tumbang,” ujar Bagus didampingi Camat Karangsambung Siti Nuriatun Faoziyah dan Kapolsek Karangsambung Iptu Fuad Inayah, Selasa 28 Oktober 2025.
Selain penebangan pohon, tim juga melakukan pengeprasan bukit yang retak dengan mendatangkan dua alat berat dari Dinas PUPR Kebumen. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan tanah di area rawan longsor.
“Kami lanjutkan dengan pembuatan terasering agar lereng lebih stabil dan tidak mudah longsor kembali. Hari ini targetnya menebang enam batang pohon pinus tambahan serta merapikan lereng yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” tambah Bagus.
Menurutnya, proses penanganan dilakukan bertahap karena medan yang curam dan jalan yang licin akibat hujan. Tim gabungan bekerja dengan hati-hati demi menjaga keselamatan personel di lapangan.

Warga Diminta Waspada Longsor Susulan
Kapolsek Karangsambung Iptu Fuad Inayah mengimbau warga agar tidak melintas di jalur Karangsambung–Sadang saat hujan deras. Kondisi jalan masih licin dan berisiko longsor susulan.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Tim masih bekerja di lapangan, dan jalur akan dibuka kembali setelah kondisi benar-benar aman,” tegas Fuad.
Sementara itu, pemerintah daerah memastikan upaya penanganan akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik rawan di jalur perbukitan Karangsambung–Sadang dinyatakan stabil. Kolaborasi lintas instansi juga diperkuat untuk mencegah bencana lanjutan selama musim hujan.
Jalur Karangsambung-Sadang merupakan akses vital penghubung antar kecamatan dan kawasan konservasi geologi Karangsambung Geopark. Selain jalur utama warga, kawasan ini juga menjadi lokasi penelitian geologi yang sering dikunjungi pelajar dan akademisi dari berbagai daerah.
Ruas tersebut juga menjadi jalur alternatif penghubung Kebumen–Banjarnegara melalui Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam. Jalur tersebut menghubungkan ke Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar