Pelajar SMK Tenggelam di Kedung Pakuran Saat Berenang, Begini Kronologinya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- visibility 2.334
- comment 0 komentar

Petugas mengevakuasi jasad korban. (Foto: Polres Kebumen)
SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Seorang pelajar SMK di Kebumen meninggal dunia saat berenang di Kedung Pakuran. Peristiwa terjadi di Dusun Watu Derum, Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Senin sore, 5 Januari 2026.
Korban bernama Dzildan Alvino Ferdianto, 15 tahun, warga Desa Pekunden, Kecamatan Kutowinangun.
Korban tercatat sebagai siswa kelas X di salah satu SMK di Kebumen.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Kronologi kejadian bermuala saat korban datang ke lokasi bersama tiga temannya untuk mandi dan berenang.
Korban diduga tidak mahir berenang saat memasuki kedung yang memiliki kedalaman cukup ekstrem.
Korban kemudian tenggelam dan tidak muncul ke permukaan.
Teman korban berusaha memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak berhasil. Warga berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong dari lokasi kejadian.
Warga mengevakuasi korban ke tepi kedung, namun nyawanya tidak tertolong. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan Polsek Sruweng.
Pihak Keluarga Menolak Autopsi Lanjutan
Petugas gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk penanganan. Tim terdiri dari Polsek Sruweng, Polres Kebumen, Inafis, tenaga medis, TNI, dan pemerintah desa.
Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pendataan saksi, dan pemeriksaan medis awal. Hasil pemeriksaan menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam.
Petugas tidak menemukan tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi lanjutan terhadap korban. Petugas menemukan pakaian, sandal, ponsel, uang tunai, dan sepeda motor korban di sekitar lokasi.
Polres Kebumen mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. Kepolisian meminta masyarakat menghindari aktivitas di lokasi berbahaya.









Saat ini belum ada komentar