Tekan Angka Tuberkulosis, Bupati Kebumen Resmikan Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 99
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memukul gong sebagai tanda diluncurkannya program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi meluncurkan Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R di Pendopo Kabumian pada Kamis 11 Juni 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata menekan angka prevalensi Tuberkulosis (TBC) sekaligus mendukung program prioritas hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto untuk eliminasi TBC pada tahun 2029.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan PPKB, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kebumen, serta berbagai mitra kerja terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanganan TBC memerlukan kerja sama lintas sektor yang kuat. Sebagai langkah awal, Desa Kuwayuhan di Kecamatan Pejagoan dipilih menjadi desa percontohan (pilot project).
Di desa tersebut, sebanyak 25 pasien TBC mendapatkan bantuan makanan bergizi senilai Rp200.000 per bulan dari Dompet Dhuafa untuk mendongkrak angka kesembuhan.
Selain itu, intervensi juga dilakukan melalui bantuan bedah rumah sehat bagi penderita TBC. Rumah ini didesain khusus dengan ventilasi udara yang baik dan pencahayaan matahari yang optimal untuk memutus rantai penularan.
“Kami juga berkoordinasi dengan Polsek dan melatih anggota Bhabinkamtibmas untuk menjadi petugas pelacak (tracer) TBC di lapangan. Jika angka kasus tahun ini terlihat naik, masyarakat tidak perlu panik. Itu artinya sistem pencarian kita berjalan aktif. Kasus kita cari, kita temukan, lalu diobati sampai sembuh,” ujar dr. Iwan.
Bupati Kebumen menyambut baik inovasi ini dan mengajak seluruh pihak melihat data TBC secara objektif.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tren penemuan kasus TBC di Kebumen mengalami peningkatan nyata. Pada tahun 2024 ditemukan sekitar 2.800 kasus, yang kemudian meningkat menjadi lebih dari 3.200 kasus pada tahun 2025. Sementara hingga Mei 2026, angka penemuan baru mencapai 30 persen dari estimasi target.
Menurut Bupati, kenaikan angka ini bukan berarti situasi memburuk, melainkan menunjukkan bahwa performa pelacakan petugas kesehatan di lapangan semakin optimal, didukung masyarakat yang semakin berani memeriksakan diri.
“Tantangan terbesar TBC adalah kasus yang gunung es—ada tapi belum terdeteksi. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, maka risiko penularan akan semakin kecil. Kehadiran Aplikasi Smart TB-R ini sangat tepat agar kebijakan penanganan kita berbasis pada data yang akurat, cepat, dan tepat sasaran,” tegas Bupati.
Pemkab Kebumen terus berkomitmen memperkuat penanggulangan TBC melalui pemeriksaan kesehatan gratis, skrining aktif menggunakan X-Ray, investigasi kontak, hingga kolaborasi pemenuhan gizi.
Di akhir sambutannya, Bupati mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan, kader, dan seluruh mitra, sekaligus meresmikan peluncuran Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R demi mewujudkan target eliminasi TBC di Kebumen. ** Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar