Berkat JKN, Suwati Bisa Fokus Berobat Tanpa Pusing Biaya Pengobatan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 19 Agu 2025
- visibility 511
- comment 0 komentar

Suwati, warga Desa Pohkumbang Kecamatan Karanganyar. (Foto: Dok BPJS Kesehatan Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, memberikan rasa aman finansial bagi jutaan masyarakat. Salah satunya adalah Suwati, warga Desa Pohkumbang Kecamatan Karanganyar.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa JKN akan menjadi penolong utama bagi keluarganya dalam menghadapi masalah kesehatan.
Awalnya, Suwati (49) bersama suami dan anaknya mendaftar sebagai peserta JKN mandiri kelas 3 tanpa ada niat untuk segera menggunakannya. Namun, tak lama setelah terdaftar, takdir berkata lain. Suwati dan suaminya jatuh sakit hampir bersamaan, membuat mereka membutuhkan perawatan medis.
“Setahun lalu, kami sekeluarga memutuskan mendaftar JKN. Waktu itu tidak ada pikiran bakal terpakai, tapi ternyata Allah berkehendak lain,” kenang Suwati.
Menghadapi Masalah Kesehatan yang Tak Terduga
Beberapa bulan setelah mendaftar JKN, Suwati merasakan nyeri dan lemas akibat gangguan menstruasi. Kecemasannya semakin bertambah ketika tak lama kemudian, sang suami juga jatuh sakit dengan keluhan sakit pinggang dan pusing hebat.
Suwati lantas segera membawa suaminya ke Puskesmas, setelah obat yang dibeli di apotek tidak memberikan hasil.Setelah diperiksa di Puskesmas, mereka berdua dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dokter bilang suami saya menderita polip hidung dan ada infeksi pada ginjal, jadi kami harus menjalani pengobatan rawat jalan rutin,” ujar Suwati.
Informasi dari dokter tersebut membuat Suwati dan suaminya merasa khawatir. Beban pikiran mereka tak hanya soal kesehatan, tetapi juga biaya pengobatan yang akan membengkak karena intensitas perawatan yang sering.
“Saya juga harus menjalani pengobatan di dokter spesialis obgyn pada waktu yang hampir bersamaan, bahkan sempat disarankan operasi. Pikiran langsung ke mana-mana, terutama soal biayanya,” ungkap Suwati.
JKN Memberikan Ketenangan dan Kemudahan Berobat
Kekhawatiran Suwati akhirnya sirna setelah ia menyadari bahwa seluruh biaya pengobatan dirinya dan suami telah ditanggung oleh JKN. Ia pun bisa menjalani perawatan dengan tenang, tanpa terbebani pikiran soal biaya yang tidak sedikit.
Setelah beberapa kali rawat jalan, kondisi kesehatan mereka berdua berangsur membaik.
“Alhamdulillah, setelah menjalani rawat jalan, kondisi kami membaik. Kalau harus membayar semua biaya itu sendiri, entah dari mana uangnya,” kata Suwati lega.
Suwati juga menceritakan pengalamannya saat berobat. Ia merasa diperlakukan sama seperti pasien lainnya, tanpa adanya diskriminasi. Petugas medis dan administrasi memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.
“Tidak ada bedanya, kami diperlakukan sama, meskipun saya peserta JKN kelas 3,” tegasnya.
Bagi Suwati, terdaftar sebagai peserta JKN kini bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan sebuah bentuk perlindungan dan investasi masa depan.
“JKN itu penting, apalagi untuk orang seperti kami yang tidak punya uang cadangan untuk biaya berobat sewaktu-waktu,” pungkasnya.








Saat ini belum ada komentar