Gubernur Arahkan Dana CSR untuk Beasiswa Anak Kurang Mampu di Jateng
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 28 Mei 2025
- visibility 629
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi saat silaturahmi di Pati.(Foto: Humas Jateng)
PATI (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengarahkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak untuk program beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat hadir dalam silaturahmi bersama tokoh agama, masyarakat Kabupaten Pati, Selasa 27 Mei 2025. Acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati itu juga dilaksanakan penyerahan sertifikat hak cipta Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) kepada Bupati Pati Sudewo oleh Kementerian Hukum RI.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pendidikan adalah layanan dasar yang menjadi kunci pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan. Melalui beasiswa, generasi muda diharapkan menjadi penerus pembangunan Jawa Tengah.
Gubernur juga menyoroti tingginya angka putus sekolah, terutama setelah jenjang SMP. Ia menyebut, selain faktor ekonomi, budaya orang tua yang mengharapkan anak langsung bekerja setelah lulus turut memperparah kondisi. Oleh karena itu, ia mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk turut memberi edukasi kepada warga agar pentingnya pendidikan dapat dipahami lebih luas.
Himpun Dana CSR Rp9,9 Miliar untuk Program Beasiswa
Sementara itu, di Kabupaten Pati, total anggaran yang terkumpul dari dana CSR untuk program beasiswa mencapai Rp9,9 miliar.
Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan bahwa beasiswa akan diberikan kepada 230 anak yang diterima di perguruan tinggi atau sekolah kedinasan mulai tahun ajaran 2025/2026. Besaran beasiswa bervariasi, yaitu Rp1 juta per bulan, Rp1,5 juta untuk warga miskin ekstrem, dan Rp2,5 juta bagi mahasiswa jurusan kedokteran.
Sumber dana berasal dari CSR Bank Jateng (Rp1,9 miliar), Pabrik Gula Trangkil (Rp1 miliar), bank-bank kecil di Pati (Rp2 miliar), industri pengolahan ikan (Rp1 miliar), serta Baznas (Rp4 miliar).
“Hingga kini, baru Rp1 miliar yang terpakai, sehingga masih ada saldo Rp8 miliar yang akan dimaksimalkan pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Selain beasiswa bulanan, melalui anggaran itu Pemkab Pati akan memfasilitasi bimbingan belajar dan kursus bagi penerima beasiswa.
“Penggunaan anggaran akan transparan,” kata mantan Anggota DPR RI tersebut.
Pemprov Salurkan Bantuan Rp316 Miliar untuk Pembangunan Pati
Gubernur mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkab Pati dan berterima kasih kepada para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Menurut Ahmad Luthfi, pada bidang pendidikan, di masa kepemimpinannya bersama Taj Yasin memiliki program memberikan harapan bagi anak putus sekolah. Salah satunya dengan sentuhan beasiswa Kejar Paket C
“Tahun 2025, (sentuh) 5.000 anak putus sekolah,” ujarnya.
Ada ragam faktor anak putus sekolah khususnya saat selesai pada tingkat SMP. Selain faktor kemiskinan, terdapat kebiasaan orang tua yang menginginkan anaknya langsung bekerja setelah lulus SMP.
“Wes Le wes, lulus SMP kerjo. Ada kebiasaan itu, akhirnya anak tidak melanjutkan sekolah,” ucapnya.
Luthfi lantas mengajak kontribusi tokoh keagamaan, dan masyarakat untuk memberi edukasi supaya angka putus sekolah bisa ditekan.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan keuangan senilai Rp316,1 miliar kepada Pemkab Pati. Dana ini mencakup berbagai sektor, seperti Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah, bantuan desa, TMMD, dan peningkatan sarana prasarana perdesaan.
Selanjutnya penyaluran keuangan untuk pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kelompok Usaha Bersama (Kube), hibah bidang pendidikan keagamaan, hibah keagamaan, digester biogas untuk kelompok tani, hibah ormas/yayasan/lembaga pendidikan, internet gratis untuk desa blankspot.
Kemudian beasiswa siswa miskin pelajar SMA/SMK dan SLB, hibah budidaya itik petelur, pemberian Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk Pelaku Usaha Rumah Potong Unggas (RPU), penyaluran alat pasca panen tembakau, bibit tanaman buah.
Terakhir penyaluran staple food kepada 500 masyarakat penerima yang bekerja sama dengan Sampoerna untuk Indonesia, serta penyaluran geomembran dari CSR Bank Indonesia.







Saat ini belum ada komentar