Bukan Sekadar Modal, Ternyata Ini Kunci Utama jadi Pengusaha Sukses Menurut IIBF Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 11 Apr 2026
- visibility 414
- comment 0 komentar

Ketua IIBF Kebumen dr. Aditya menyampaikan ikrar halal bihalal kepada sesepuh IIBF, Ir Ngadino. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Keluarga besar Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Kebumen menggelar acara Halalbihalal dan Kajian Bisnis di Pendopo Kabumian, Sabtu 11 April 2026.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual para pengusaha di wilayah Kebumen dan sekitarnya.
Hadir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Susilo, Ketua IIBF Jawa Tengah dan DIY Awam Prihadi, serta Ketua IIBF Kebumen dr. Aditya Wahyu Indra Cahya. Turut hadir pula perwakilan organisasi, akademisi, serta ratusan anggota IIBF dari berbagai daerah.
Semangat Berbagi dan Menimba Ilmu
Dalam sambutannya, Ketua IIBF Kebumen, dr. Aditya Wahyu Indra Cahya, menekankan pentingnya prinsip belajar dan berbagi. Ia mengungkapkan bahwa IIBF adalah wadah belajar bersama, di mana kemandirian pengurus dan anggota menjadi kekuatan utama organisasi.
“Menjadi pengusaha bukanlah profesi yang selalu populer, maka kontrol terhadap diri sendiri dan konsistensi adalah kunci. Jika kita datang dengan niat mencari ilmu, insyaallah akan menjadi berkah,” ujar dr. Aditya.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia yang telah merelakan waktu, tenaga, dan pikiran demi terselenggaranya acara yang didukung penuh secara swadaya oleh para anggota ini.
Penguatan Ekonomi Lokal
Staf Ahli Bupati, Susilo, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Kebumen Lilis Nuryani, menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta apresiasi atas peran strategis IIBF. Menurutnya, IIBF merupakan penggerak ekonomi yang vital dalam menghidupkan usaha lokal.
Pemkab Kebumen berkomitmen untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif dan membuka peluang kemitraan agar pelaku usaha lokal dapat “naik kelas”. IIBF diharapkan terus membina pengusaha muda agar mampu menghasilkan produk berkualitas yang berdaya saing tinggi.
Kajian Bisnis: Dari Niat hingga Keluarga
Acara ditutup dengan sesi kajian bisnis yang menghadirkan Ketua IIBF Jawa Tengah dan DIY, Awam Prihadi. Dalam paparannya, Awam menekankan tiga pilar utama dalam berbisnis.
“Niat yang benar. Memulai segala sesuatu dengan fondasi spiritual yang kuat. Lalu harmoni keluarga. Pentingnya membangun ketahanan keluarga sebelum membangun bisnis,” jelasnya.
Adapun yang tak kalah penting ialah pemahaman pasar. Menurutnya, pebisnis harus memahami nilai (value) produk dan target pasar secara tajam.
Ia juga berpesan agar para pengusaha tidak pernah berhenti belajar, karena pada hakikatnya ilmu bisnis adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan diasah terus-menerus. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar