Kurang Tidur Tak Jadi Halangan, Bupati Kebumen Jajal Rute 7K di KGTR 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 47
- comment 0 komentar

BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 600 pelari kategori 17K dalam ajang Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 resmi diberangkatkan (flag-off), Minggu 28 Juni 2026 tepat pukul 05.00 WIB.
Prosesi pemberangkatan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, dan Sekda Kebumen Edi Rianto. Sebelumnya, peserta kategori 50K dan 30K telah lebih dulu dilepas masing-masing pada pukul 02.00 WIB dan 03.00 WIB.
Turut hadir menyaksikan jalannya flag-off tersebut jajaran Forkopimda, mantan Bupati Kebumen Ir Mohammad Yahya Fuad SE, anggota legislatif, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebelum melepas para pelari, panitia memberikan safety briefing demi keselamatan peserta. Salah satunya adalah informasi nomor darurat (SOS number) kepada setiap pelari. Panitia juga menginformasikan kondisi cuaca di kilometer 5 yang mulai gerimis, dengan harapan cuaca tetap kondusif hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berpesan agar seluruh peserta mengutamakan keselamatan selama jalur perlombaan.
“Selamat menikmati KGTR, jaga keselamatan itu nomor satu. Mari kita cintai Geopark Kebumen,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang ikut berpartisipasi langsung di kategori 7K, mengungkapkan bahwa persiapan utamanya adalah menjaga kesehatan dan kebugaran fisik. Meski jadwalnya sangat padat, Bupati Lilis tetap antusias mengikuti event ini.
“Tadi saya berangkat dari Gombong jam setengah empat pagi. Padahal semalam baru selesai menghadiri acara Sendratari The Tales of Karangbolong jam 11 malam dan baru sampai rumah jam 12,” ungkap Lilis.
Secara keseluruhan, ajang KGTR 2026 ini diikuti oleh total 1.500 peserta. Komposisinya terdiri dari 400 pelari lokal Kebumen dan 1.100 pelari dari luar daerah, seperti Semarang, Yogyakarta, Bandung, hingga Palembang dan Bandar Lampung.
Kompetisi ini terbagi menjadi empat kategori dengan jadwal keberangkatan bertahap:
- Kategori 50K: 200 pelari (pukul 02.00 WIB)
- Kategori 30K: 300 pelari (pukul 03.00 WIB)
- Kategori 17K:600 pelari (pukul 05.00 WIB)
- Kategori 7K: 400 pelari (pukul 06.00 WIB)
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan acara, panitia menerjunkan 300 personel gabungan yang terdiri dari tim medis, tim evakuasi, marshal, dan petugas pos air (water station).
Tahun ini, panitia menerapkan strategi rute baru yang lebih mengutamakan keselamatan. Pada dini hari, pelari diarahkan melintasi area perkampungan warga dan kawasan peternakan. Menjelang pagi, rute mulai mengarah ke pesisir Pantai Selatan agar para peserta dapat menikmati pemandangan alam yang indah.
Khusus untuk kategori 50K, rute yang dilewati mencakup delapan desa di wilayah Kecamatan Ayah dan Buayan, serta melintasi 12 objek wisata andalan seperti Pantai Karangbolong, Sagara View, Bukit Jerit, hingga Gua Petruk.
Menariknya, di Gua Petruk, pelari kategori 50K diberikan toleransi khusus untuk masuk sepanjang 300 meter hingga ke area Batu Semar sebelum akhirnya berbalik arah melanjutkan perlombaan. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar