Tim SMAN 2 Kebumen Sabet Juara Lomba Cerdas Cermat Edukasi HIV-AIDS
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 487
- comment 0 komentar

Para juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) HIV-AIDS foto bersama dengan dewan juri, panitia, dan duta pelajar. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kebumen menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Edukasi Pencegahan Penularan HIV-AIDS Antar Pelajar SMA/SMK/MA.
Acara ini berlangsung di Pendopo Kabumian pada Kamis, 27 November 2025, dan diikuti oleh 26 sekolah di Kebumen.

Babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Edukasi HIV-AIDS di Pendopo Kabumian. (Foto: Hari)
Dari 26 peserta, empat tim berhasil melaju ke babak final, yaitu SMAN 1 Rowokele, SMAN 1 Petanahan, SMAN 2 Kebumen, dan SMA VIP Al Huda Jetis.
Babak final yang menguji pemahaman peserta melalui Pertanyaan Wajib, Lempar Rebut, dan Rebutan ini menghasilkan skor akhir yang ketat.
Tim SMAN 2 Kebumen berhasil meraih poin tertinggi dengan 1.300 poin, disusul SMAN 1 Petanahan dengan 600 poin, SMA VIP Al Huda Jetis dengan 500 poin, dan SMAN 1 Rowokele dengan 300 poin.
Berikut hasil kejuaraan Lomba Cerdas Cermat:
- Juara 1: SMAN 2 Kebumen
- Juara 2: SMAN 1 Petanahan
- Juara 3: SMA VIP Al Huda Jetis
- Juara Harapan: SMAN 1 Rowokele
Para pemenang berhak mendapatkan total uang pembinaan sebesar Rp4.750.000 dan trofi, dengan rincian Juara 1 (Rp1.750.000), Juara 2 (Rp1.500.000), Juara 3 (Rp1.000.000), dan Juara Harapan (Rp500.000).
Hadiah akan diserahkan langsung oleh Bupati pada puncak acara peringatan Hari AIDS Sedunia, Senin, 1 Desember 2025, di Pendopo Kabumian.
Perasaan Bahagia Juara dan Pesan Pencegahan
Tim SMAN 2 Kebumen, yang beranggotakan Tsaniya Salsabila, Satrio Ibrahim, dan Alif Dezky Aulia, mengungkapkan kebahagiaan mereka.
“Kami senang banget, perjuangan kami berbuah manis. Dari kemarin latihan akhirnya juara 1 untuk lomba LCC hari ini,” ujar Tsaniya Salsabila mewakili timnya.
Mereka menyebut persiapan dilakukan selama satu minggu, termasuk melalui seleksi ketat di sekolah mulai dari tes esai hingga menjawab pertanyaan. Tsaniya menambahkan, pertanyaan tersulit adalah yang berkaitan dengan istilah mengenai ajakan berperilaku negatif.
Tak lupa, Tsaniya menyampaikan pesan penting kepada generasi muda Kebumen. “Kepada generasi muda, mari bersama-sama mencegah penularan virus HIV-AIDS yang makin tinggi, dengan harapan Kebumen bisa turun kasusnya hingga bebas dari virus tersebut, termasuk di Indonesia,” pungkasnya.
KPA: 68 Pelajar Kebumen Terpapar HIV/AIDS
Materi LCC ini sangat relevan karena mencakup kenakalan remaja, kesehatan reproduksi, infeksi menular seksual (IMS), HIV, dan pernikahan dini. Hal ini menjadi perhatian serius setelah KPA Kebumen memaparkan data kasus.
Firsty Candra Novitasari, Programmer dari KPA Kebumen, mengungkapkan data yang memprihatinkan. “Sejak tahun 2003 hingga Oktober 2025, tercatat 68 pelajar/mahasiswa di Kebumen terpapar HIV/AIDS.”
Secara spesifik, pada periode Januari hingga Oktober 2025, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukkan 11 pelajar (usia 15-24 tahun) di Kebumen dinyatakan positif HIV.
“Hal ini menjadi keprihatinan bersama. Harapannya, yang hadir di sini bisa menjadi agen perubahan untuk membantu menyebarkan informasi tentang bahaya virus HIV/AIDS, edukasi penularan dan pencegahan, sehingga tidak ada kasus lagi,” jelas Firsty.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta LCC untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat, menyampaikannya kepada keluarga, masyarakat, dan teman sebaya, karena partisipasi mereka sangat diharapkan untuk mewujudkan Kebumen Bebas HIV.
Bertindak sebagai Dewan Juri dalam LCC ini adalah dr. Aurina Widya Hapsari (Kabid Yankesmas Dinkes PPKB), drg. Mira Maria Mirza (Kepala Puskesmas Kebumen 3), dan Firsty Candra Novitasari (KPA Kebumen). Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar