Dinas ESDM Jateng Jelajah Geopark Kebumen, Perkuat Komitmen Bersama Mengembangkan Geopark
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 17 Okt 2025
- visibility 867
- comment 0 komentar

Rombongan foto bersama di Goa Petruk. (Foto: Diskominfo Jateng)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Jelajah Kebumen UNESCO Global Geopark pada 13–14 Oktober 2025.
Dalam jelajah yang berlangsung selama dua hari, rombongan mengunjungi sejumlah situs geopark seperti kampung anyaman pandan, Goa Petruk, Pantai Surumanis, Sentra Kerajinan Batik Gemeksekti, Kawasan Budaya Desa Peniron, hingga geosite Lava Bantal Desa Seboro.
Sebelumnya mereka mengunjungi Galeri Geopark dan diskusi lintas sektoral. Diskusi dihadiri oleh sejumlah OPD di Pemkab Kebumen, pengelola geosite, Badan Pengelola Geopark Kebumen.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengawasan terhadap potensi geologi Geopark Kebumen, sekaligus persiapan menghadapi revalidasi UNESCO empat tahun mendatang.
Dinas ESDM Jateng berharap jelajah Geopark Kebumen menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat dalam membangun geopark yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Jateng, Heru Sugiharto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga menilai dampak Geopark terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin mengevaluasi perkembangan Geopark Kebumen yang sudah bertaraf internasional. Tidak ada artinya Geopark, jika masyarakat di sekitarnya tidak ikut merasakan manfaat ekonomi,” tegas Heru, Selasa 14 Oktober 2025.
Selama dua hari peninjauan lapangan, tim menemukan beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan akses infrastruktur jalan dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya geopark.
“Jika akses masih sulit, pengembangan sebagai warisan geologi dan destinasi pariwisata unggulan akan terhambat,” ujarnya.
Heru menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix; pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media. Kerja sama ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan geopark, baik dari sisi konservasi maupun edukasi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak agar Geopark Kebumen tidak hanya dikenal dunia, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi warga,” tambahnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar