Tanah Bergerak di Desa Grenggeng, Dua Keluarga Diungsikan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 1 Nov 2020
- visibility 3.888
- comment 0 komentar

Penampakan tanah bergerak di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. (Foto: Rizal Alfian-Kebumen Aerial)
KARANGANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Fenomena tanah bergerak terjadi di Dusun Pesimpar RT 05 RW 04 Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Sekitar satu hektare tanah ambles sedalam tiga meter dan hingga saat ini tanah masih terus bergerak.
Informasi yang dihimpun, tanah mulai bergeser sejak Selasa 28 Oktober 2020 malam karena diguyur hujan lebat. Sejak saat itu, tanah terus bergerak hingga Minggu 1 November 2020.
Warga Terdampak Diungsikan ke Rumah Saudara
Ketua RT 05 Sutijo (44) menjelaskan, sebelum kejadian terjadi hujan deras dan tiba-tiba tanah di depan rumahnya ambles. Selain itu rumah tetangganya Rajiman (47) juga turut ambles.
Senada disampaikan oleh Kepala Desa Grenggeng, Eri Listiawan (33). Dia mengatakan, awal 2019 juga telah terjadi tanah retak. Akibat fenomena tanah bergerak yang terjadi saat ini, dua keluarga terdiri dari delapan jiwa terdampak sehingga diungsikan.
“Tidak ada korban jiwa. Sementara warga terdampak diungsikan ke rumah saudara dan musala agar aman,” ucapnya.
Curah Hujan Tinggi Perparah Keadaan
Tingginya curah hujan seminggu terakhir semakin memperparah keadaan. Kedalaman tanah yang ambles mencapai 3 meter dengan panjang 200 meter dan lebar 50 meter.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen bersama peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI mengecek lokasi tersebut.
“Untuk awal longsoran lebarnya sekitar 30 meter, yang tengah 60 meter dan panjang tanah bergerak sekitar 200 meter,” ungkap Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kebumen, Teguh Kristiyanto.
Peneliti LIPI: Tanah Bergerak Bukan Likuifaksi
Peneliti Utama LIPI bidang geologi, Chusni Ansori meneranhkan bahwa fenomena tersebut merupakan longsor biasa atau tanah bergerak bukan likuifaksi. Sebab jika likuifaksi biasanya penyebabnya karena ada guncangan misal gempa. Kalau longsor ini penyebabnya karena hujan deras.
Untuk jenis atau tipe longsorannya mendatar atau ke samping. Ini bisa dilihat dari pola di sekitar. Tanahnya merah karena merupakan lapukan pasir sedangkan di bawah ada formasi lempungan yang berfungsi sebagai bidang gelincir.
Potensi Longsor Susulan Masih Terjadi
Chusni mengimbau agar warga tetap berhati-hati karena diduga tanah di sekitar lokasi masih bergerak meskipun sangat pelan dan potensi longsor susulan masih bisa terjadi.
“Kemungkinan tanah juga masih bergerak walaupun sangat pelan,” pungkasnya.
Untuk mengetahui lebih detail jenis tanah, penyebab dan faktor lain, pihaknya mengambil sampel tanah dari bagian mahkota atau awal longsoran, bagian tengah dan lidah atau ujung longsoran. (dtk)








Saat ini belum ada komentar