Lantunan Adzan dan Ayat Suci Al Quran Menuntun Warga Binaan Rutan Memeluk Islam
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 16 Mei 2020
- visibility 3.072
- comment 0 komentar

Warga binaan Rutan Kebumen sedang tadarus Al Quran. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lantunan Al Quran menggema di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kebumen setiap pagi di bulan suci Ramadan. Suara itu berasal dari warga binaan yang sedang mengikuti tadarus Al Quran di Masjid At Taubah, di kompleks Rutan tersebut.
Dengan mengenakan sarung, baju koko, dan kopyah, sejumlah warga binaan yang terdiri atas para narapidana dan tahanan yang masih menjalani proses hukum khusyuk membaca Al Quran. Tadarus dilaksanakan dengan sistem berkelompok. Setiap kelompoknya diisi 30 warga binaan yang dibagi masing-masing membaca satu juz.
Ya, kegiatan Ramadan di Rutan Kebumen tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat kegiatan rutin siraman rohani, tahun ini dialihkan menjadi tadarus Al Quran secara rutin. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya penyebaran virus Corona.
Selama Ramadan Terapkan Program “One Day One Juz”
Sebagai gantinya, selama Ramadan, Rutan Kebumen menggalakan program ‘One Day One Juz’ atau tadarus Al Quran satu hari satu juz. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kegiatan kerohanian bagi warga binaan.
“Walaupun tidak ada siraman rohani dari pihak luar, tapi dialihkan untuk tadarus Al Quran dimulai jam 8-9 pagi,” ujar Kepala Rutan Kebumen Soebiyakto melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Ahmad Baihaqi, baru-baru ini.
Selain tadarus Al Quran, para warga binaan juga tetap diberikan keleluasaan dalam beribadah dengan syarat tetap menjalankan sesuai protokol kesehatan. Kendati begitu, kegiatan hanya dilakukan siang hari, sesuai surat edaran kanwil.
“Kalau malam memang off, sesuai surat edaran Kanwil tidak ada kegiatan. Ada yang sholat tarawih tetapi dilaksanakan di masing-masing kamar,” tuturnya seraya menambahkan warga binaan non muslim dipisahkan satu kamar pada waktu kegiatan keagamaan.
Seorang Warga Binaan Rutan Masuk Islam di Bulan Ramadan
Ramadhan tahun ini juga membawa keberkahan tersendiri bagi keluarga besar Rutan Kebumen. Pasalnya, dari sekian warga binaan non muslim, terdapat satu warga binaan non muslim yang menjadi mualaf. Disaksikan oleh teman-temannya, seorang warga binaan bernama Amirta Yogaswara (31) asal Kecamatan Sempor mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar menjadi serorang muslim.
“Jujur kami terharu adanya itu, sebelumnya juga ada satu menjadi mualaf,” ungkap Ahmad Baihaqi yang membimbing pembacaan dua kalimat syahadat.
Dengan sering dilakasanakanya kegiatan tadarus Alquran dan intensitas ibadah lain selama bulan suci Ramadhan, pihaknya berharap dapat memupuk keimanan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Dalam keadaan terpuruk oleh Covid-19, semoga tidak hilang dalam memaknai Ramadan. Outputnya semakin ingat Tuhan dan tidak mengulangi hal buruk lagi,” katanya menyebutkan Rutan Kebumen saat ini dihuni 109 warga binaan dari jumlah kapasitas 113 orang.







Saat ini belum ada komentar