Dosen Universitas Putra Bangsa Gelar Pelatihan Fermentasi Kakao di Desa Kajoran Karanggayam
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 13 Sep 2025
- visibility 1.208
- comment 0 komentar

Peserta pelatihan foto bersama dengan tim dosen Universitas Putra Bangsa Kebumen.
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim dosen Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen mengadakan pelatihan fermentasi kakao bagi para petani di Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 September 2025 ini sebagai bagian dari program hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Pelatihan tersebut diinisiasi oleh tim dosen UPB yang terdiri atas Heri Mahyuzar, S.E., M.M., Susridar, S.P., M.Si., dan Irawan Wibisonya, S.P., M.Si. Peserta pelatihan adalah para petani kakao yang tergabung dalam kelompok tani Tani Mulya. Total terdapat 30 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pembekalan materi terkait proses fermentasi kakao mulai dari pemanenan, penyortiran buah, pembelahan buah, hingga penyimpanan biji kakao ke dalam kotak fermentasi.
Selain itu, peserta juga dilatih cara melakukan pengecekan suhu dan pembalikan buah untuk memastikan fermentasi berjalan dengan baik. Pembekalan ini bertujuan untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan petani agar mampu mengolah hasil panen secara mandiri.
Ketua program PKM UPB, Heri Mahyuzar, S.E., M.M., menegaskan bahwa fermentasi menjadi langkah penting bagi petani kakao agar mampu mengolah hasil panen sendiri.

“Petani kakao di Desa Kajoran harus mampu mengolah hasil panen mereka sendiri, terutama melalui fermentasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah sehingga pendapatan mereka bisa lebih baik melalui harga jual kakao yang lebih tinggi,” jelasnya.
Diversifikasi Produk Berbahan Dasar Kakao
Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa ke depan para petani juga akan mendapatkan pelatihan mengenai diversifikasi produk berbahan dasar kakao yang telah difermentasi. Produk turunan yang dapat dikembangkan antara lain cokelat batangan, selai, permen cokelat, cokelat karamel, cookies cokelat, hingga teh daun kakao. Tidak hanya itu, petani juga akan dikenalkan dengan strategi pemasaran digital agar produk mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Adapun luaran dari pelatihan ini berupa biji kakao hasil fermentasi yang berkualitas, pupuk organik, serta pakan ternak yang dibuat dari sisa kulit kakao. Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan nilai jual biji kakao, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan limbah kakao agar bernilai ekonomis.

Salah satu peserta, Tri Sujatmoko, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
“Selama ini kami biasanya hanya menjual kakao kering yang sudah dicuci. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana cara fermentasi yang benar. Hasilnya bisa lebih bagus dan harganya tentu lebih tinggi. Kami juga baru tahu kalau kulit kakao bisa diolah jadi pupuk dan pakan ternak,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong petani Desa Kajoran, khususnya kelompok tani Tani Mulya, untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru melalui produk olahan kakao.
Universitas Putra Bangsa berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi kelompok tani, khususnya di Desa Kajoran. Dukungan dari Kemdiktisaintek dinilai sangat penting agar program-program pengabdian masyarakat seperti ini terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Kami Tim dosen UPB mengucapkan terimakasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) yang telah mendanai program pelatihan ini,” ujar Heri Mahyuzar. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar