Dari 1.080 Jadi 2.500 Kursi, Pembangunan Sekolah Rakyat Kebumen Ditargetkan Mulai Oktober 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 63
- comment 0 komentar

Ilustrasi Sekolah Rakyat Kebumen. (Foto: Gemini/AI)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menorehkan pencapaian strategis dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Bupati Kebumen bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Dinas Sosial P3A, serta Dinas PUPR belum lama ini melakukan audiensi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, di Jakarta.
Pertemuan tersebut bertujuan menindaklanjuti upaya memperjuangkan berdirinya Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan hasil audiensi, Kebumen resmi dinyatakan siap dan masuk dalam tahap 3A pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Kebumen, Yunita Prasetyani, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil kunjungan tersebut. Menurutnya, terdapat lonjakan kapasitas daya tampung yang cukup signifikan dari rencana awal.
“Awalnya direncanakan berkapasitas 1.080 murid dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Namun, dari arahan Pak Sekjen, kapasitas untuk tahap ini ditingkatkan menjadi 2.500 siswa. Otomatis anggaran pembangunan turut menyesuaikan menjadi sekitar Rp400 hingga Rp500 miliar dari APBN,” ujar Yunita, Jumat 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan fisik sekolah ini nantinya akan dikerjakan langsung oleh Kementerian PUPR, sementara aspek operasionalisasi berada di bawah pengelolaan Kementerian Sosial.
Program ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang seluruh pembiayaannya bersumber dari pusat, dengan sasaran penerima manfaat utama adalah anak-anak dari keluarga prasejahtera (desil 1 dan desil 2) di Kebumen.
Sebagai informasi, saat ini rintisan Sekolah Rakyat telah berjalan di Pejagoan dengan kapasitas 100 siswa. Sementara untuk kompleks sekolah permanen di Desa Nogoraji, Buayan, proses administrasi pendukung sedang berjalan.
“Saat ini kami sedang memproses balik nama lahan, perizinan seperti KKPR, AMDAL, dan tahapan lainnya. Pembangunan fisiknya insyaallah direncanakan mulai berjalan pada Oktober mendatang,” tambahnya.
Dengan masuknya Kebumen ke dalam jajaran 110 kabupaten/kota pertama pada tahap 3A secara nasional, Pemkab Kebumen berharap seluruh proses perizinan dan pembangunan dapat berjalan lancar.
Kehadiran fasilitas pendidikan skala besar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kebumen. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar