BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN, Mahasiswa STIKES Purworejo Jadi Agen Perubahan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 5 Des 2025
- visibility 234
- comment 0 komentar

PURWOREJO (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan Cabang Kebumen terus berupaya memperluas literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menyasar akademisi dan mahasiswa.
Kegiatan sosialisasi ini digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jumat 5 Desember 2025, bertujuan menjadikan calon tenaga kesehatan ini sebagai duta informasi dan agen perubahan dalam mendukung keberlanjutan Program JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Mujiatin, menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak lagi cukup hanya tersedia, melainkan harus adaptif, unggul, dan berorientasi pada kepuasan peserta.
“Transformasi mutu layanan dalam Program JKN merupakan urgensi yang harus terus dijalankan untuk memastikan program ini mampu menjawab tantangan zaman. Layanan kita harus mudah, cepat, dan setara,” ungkap Mujiatin.
Transformasi ini hadir sebagai wujud nyata kehadiran negara. Dengan prinsip gotong royong, ratusan juta penduduk Indonesia kini menikmati perlindungan kesehatan tanpa khawatir risiko kebangkrutan finansial, serta mendapatkan akses layanan kesehatan yang luas sesuai kebutuhan medis.
Mujiatin menambahkan bahwa BPJS Kesehatan memastikan transformasi mutu layanan ini bukan sekadar slogan.
“Pengendalian mutu dilakukan secara harian, berbasis data, agar seluruh fasilitas kesehatan dan kanal layanan mampu memberikan pelayanan optimal kepada peserta,” imbuhnya.
Berbagai Kemudahan Akses Layanan JKN
Dalam sesi sosialisasi, peserta diperkenalkan dengan beragam kanal layanan JKN yang memudahkan akses, baik secara tatap muka maupun tanpa tatap muka.
Kanal Layanan Tatap Muka meliputi Kantor Cabang, BPJS Keliling, Mal Pelayanan Publik, hingga Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di Fasilitas Kesehatan.
Sementara Kanal Layanan Digital yang fleksibel mencakup PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp), aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, VIOLA (Virtual Assistant), dan website resmi BPJS Kesehatan.
Selain itu, dipaparkan pula berbagai kemudahan layanan di Fasilitas Kesehatan (Faskes), seperti:
- Layanan telekonsultasi.
- Fitur I-Care JKN untuk riwayat medis.
- Sistem antrean online.
- Simplifikasi layanan rujukan rutin dan Program Rujuk Balik (PRB).
- Display informasi jadwal operasi dan ketersediaan tempat tidur.
“Berbagai kemudahan layanan di Faskes ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan peserta JKN,” ujar Mujiatin.
Enam Janji Layanan Faskes
Mujiatin juga menegaskan komitmen pengawasan terhadap enam janji layanan Faskes, yaitu:
- Peserta cukup berobat dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Peserta tidak perlu membawa fotokopi berkas.
- Tidak ada pengenaan iuran biaya di fasilitas kesehatan.
- Hari rawat tidak dibatasi dan diberikan sesuai indikasi medis.
- Obat harus tersedia di fasilitas kesehatan.
- Pelayanan di Faskes harus ramah tanpa diskriminasi.
Terkait pembayaran iuran JKN, BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan banyak kemudahan melalui berbagai kanal, mulai dari perbankan, PPOB, e-commerce/fintech, hingga retail modern seperti Indomaret dan Alfamart.
Harapan: Akademisi dan Mahasiswa Menjadi Duta Informasi
Di akhir kegiatan, Mujiatin berharap akademisi dan mahasiswa STIKES Pemkab Purworejo dapat menjadi duta informasi Program JKN. Mereka diharapkan mampu menyebarluaskan pemahaman yang benar mengenai hak dan kewajiban peserta, mendorong literasi kesehatan di masyarakat, dan turut menjaga keberlanjutan program.
“Melalui sosialisasi ini, BPJS Kesehatan berharap akademisi maupun mahasiswa STIKES Pemkab Purworejo dapat menjadi agen literasi JKN, sekaligus mendukung keberlanjutan Program JKN ke depan,” tutupnya.
Qonita Nur H.V.R, salah satu mahasiswa STIKES Pemkab Purworejo, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, sosialisasi yang diterima sangat menarik dan informatif.
“Berbagai kanal layanan yang dihadirkan BPJS Kesehatan sangat memudahkan peserta dalam pengurusan administratif. Saya harap Program JKN bisa terus berkesinambungan dan memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Qonita. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar