Breaking News
light_mode
Beranda » News » Kriteria Baru Warga Miskin Kebumen Ditetapkan: Luas Rumah hingga Frekuensi Makan Jadi Tolok Ukur

Kriteria Baru Warga Miskin Kebumen Ditetapkan: Luas Rumah hingga Frekuensi Makan Jadi Tolok Ukur

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
  • visibility 1.287
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, telah resmi menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22 Tahun 2025 tentang Kriteria Penduduk Miskin di Kabupaten Kebumen.

Penerbitan Perbup ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah daerah untuk memiliki standar yang lebih spesifik dan terukur dalam mengidentifikasi penduduk miskin, sehingga penanganan kemiskinan dapat lebih tepat sasaran dan efektif.

Bupati Lilis menjelaskan bahwa selama ini, acuan kriteria kemiskinan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki standar yang beragam.

Hal ini seringkali menimbulkan diskusi dan pertanyaan terkait status Kebumen sebagai salah satu kabupaten termiskin. Perbedaan standar tersebut menjadi salah satu pendorong utama Pemkab Kebumen untuk menyusun kriteria kemiskinan sendiri.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten merasa perlu menetapkan standarisasi mandiri. Tujuannya adalah agar kita memiliki tolok ukur yang jelas dalam mendefinisikan kemiskinan, termasuk variabel-variabel yang menjadi indikatornya,” ungkap Bupati saat memberikan keterangan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik penyusunan RPJMD di Pendopo Kabumian pada Kamis 27 Maret 2025.

Lebih lanjut, Bupati Lilis berharap Perbup ini akan menjadi landasan yang kuat bagi Pemda dalam merumuskan dan melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah daerah juga memiliki wewenang untuk melakukan survei independen guna mendapatkan data terkini dan akurat mengenai tingkat kemiskinan di wilayahnya.

Dengan adanya data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, Pemkab akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai jumlah penduduk miskin, kondisi kehidupan mereka, akar permasalahan kemiskinan, serta strategi penanganan yang paling sesuai.

“Kita semua berharap agar persoalan kemiskinan di Kebumen dapat segera diatasi. Dengan pemahaman yang utuh mengenai akar masalah dan penyebabnya, kita dapat mengambil tindakan penanganan yang benar-benar efektif dan tepat sasaran,” tegas Bupati.

Adapun beberapa kriteria penduduk miskin yang tertuang dalam Perbup Nomor 22 Tahun 2025 tersebut antara lain:

a. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari delapan meter persegi per jiwa.

b. Lantai rumah terbuat dari tanah, bambu, atau kayu berkualitas rendah.

c. Dinding rumah terbuat dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah, atau tembok tanpa plesteran.

d. Tidak memiliki fasilitas buang air besar pribadi atau menggunakan fasilitas bersama dengan rumah tangga lain.

e. Sumber penerangan rumah tangga bukan dari listrik.

f. Sumber air minum berasal dari sumur atau mata air yang tidak terlindungi, sungai, atau air hujan.

g. Bahan bakar utama untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar atau arang.

h. Frekuensi konsumsi daging, susu, atau ayam maksimal satu kali dalam seminggu.

i. Pembelian pakaian baru maksimal satu stel dalam setahun.

j. Frekuensi makan hanya satu atau dua kali sehari.

k. Tidak mampu membayar biaya pengobatan di puskesmas atau poliklinik.

l. Kepala rumah tangga bekerja sebagai petani dengan luas lahan maksimal 500 meter persegi, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lain dengan pendapatan di bawah Rp600.000 per bulan.

m. Tingkat pendidikan tertinggi kepala rumah tangga tidak sekolah, tidak tamat Sekolah Dasar, atau tamat Sekolah Dasar.

n. Tidak memiliki tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp500.000, seperti sepeda motor (baik kredit maupun non-kredit), emas, ternak, kapal motor, atau aset modal lainnya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Konservasi

    Aksi Peduli Konservasi, Imake Unnes Tanam Pohon dan Bersihkan Pantai Sawangan

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.240
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Kegiatan di bidang kepedulian lingkungan dengan tajuk Bangun Aksi Peduli Konservasi (BAPER#4)  kembali digelar oleh Ikatan Mahasiswa Kebumen Universitas Negeri Semarang (Imake Unnes), Sabtu 12 Februari 2022. Pada edisi yang ke-4 ini, panitia kegiatan mengambil lokasi di Pantai Sawangan Desa Surorejan Kecamatan Puring, Kebumen dengan mengangkat tema “Buana Lestari Dikara Negeri Bersama […]

  • Tren Skincare

    Melampaui Viralitas: Membaca Arah Baru Tren Skincare dan Konsumen Kritis Kebumen

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Novia Indriastuti
    • visibility 572
    • 0Komentar

    1. Paradoks Akselerasi Pasar dan Cultural Lag Etika Bisnis Industri kosmetik di Indonesia tengah menikmati masa keemasannya. Berdasarkan proyeksi global dari lembaga riset Statista, nilai pasar kosmetik di tanah air pada tahun 2026 diperkirakan akan menembus angka fantastis, yakni lebih dari US$ 10 miliar. Keberhasilan ini ditopang oleh pertumbuhan tahunan rata-rata (Compound Annual Growth Rate […]

  • Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Kebumen Tersedia di 35 Puskesmas

    Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Kebumen Tersedia di 35 Puskesmas

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Program nasional Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kebumen sudah mulai dilaksanakan di 35 puskesmas. Program ini sudah berjalan sejak pertama kali diluncurkan pada 10 Februari 2025. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, Moch Nasir, mengatakan bahwa sarana dan prasarana dalam pelaksanaan program PKG secara keseluruhan sudah siap. […]

  • Migrant Care

    Migrant Care Survei Kondisi Ekonomi dan Perlindungan Sosial Purna Pekerja Migran

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.947
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Migrant Care akan menggelar survei terhadap perlindungan sosial pekerja migran Indonesia dan kondisi serta ekonomi purna pekerja migran Indonesia. Survei akan digelar serentak di 36 desa di tujuh kabupaten di Indonesia yang menjadi dampingan Migrant Care yakni Lombok Tengah (NTB), Lembata (NTT), Kebumen, Wonosobo (Jateng), Jember, Banyuwangi (Jatim) dan Indramayu (Jabar). Baca […]

  • DPRD Kebumen Tetapkan APBD Perubahan TA 2024

    DPRD Kebumen Tetapkan APBD Perubahan TA 2024

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.443
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Perubahan APBD tahun anggaran 2024 resmi ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kebumen, Selasa 30 Juli 2024. Penetapan dilakukan setelah mendapatkan evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan memperoleh nomor register dari Biro Hukum Provinsi Jawa Tengah. Dipimpin Ketua DPRD Kebumen Sarimun, rapat paripurna dihadiri Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, pimpinan OPD, camat, dan […]

  • Hadapi Kenaikan Harga, Jateng Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan Strategis

    Hadapi Kenaikan Harga, Jateng Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan Strategis

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.187
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Provinsi Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam produksi pangan strategis. Hal ini menjadi kunci utama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan pangan, seperti yang ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Potensi ini terlihat dari sentra produksi berbagai komoditas vital. Sebut saja beras dari Klaten, bawang […]

expand_less