Terjaring Razia, Anak Punk Diantar Pulang Polisi, Begini Kondisi Orangtuanya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 14 Mei 2019
- visibility 8.537
- comment 0 komentar

Kanit Intel Polsek Gombong Ipda Parjo mengantarkan anak punk ke rumah orangtuanya. (Foto: Polsek Gombong-KebumenUpdate)
GOMBONG (KebumenUpdate) – Polsek Gombong menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), baru-baru ini. Razia menyasar tindak premanisme di Jalan Yos Sudarso, Desa Wero, Kedungpuji, Alun-alun Manunggal dan Komplek Pertokoan Gombong.
Razia yang berlangsung mulai pukul 12.00-13.00 wib itu dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Gombong Ipda Kaswan bersama Kanit Intel Polsek Gombong Ipda Parjo. Saat tim melintas di Jalan Yos Sudarso tepatnya di depan Pabrik Kayu Ayah Makmur Desa Wero, sejumlah anak punk yang melihat kendaraan polisi langsung melarikan diri.
Meski demikian seorang remaja berhasil diamankan. Salah satu anak punk diketahui berinisial Ar asal Desa Patemon, Kecamatan Gombong. Setelah diberikan pembinaan, Ar diserahkan kepada orang tuanya.
Ar diantar oleh Kanit Intel Ipda Parjo dengan menggunakan sepeda motor. Sesampai di rumah, diketahui bahwa orangnya sampai sakit-sakitan lantaran memikirkan anaknya yang ikut-ikutan menjadi anak punk.
Sedangkan anak punk lain berinisial Dk asal Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar setelah dibina disuruh pulang ke rumahnya tidak boleh nongkrong di Alun-alun Manunggal Gombong. “Kegiatan tersebut guna mengantisipasi gangguan kamtibmas pada saat bulan puasa dan menjelang Lebaran, agar situasi di wilayah Gombong tetap kondusif,” ujar Kapolsek Gombong AKP Triwarso Nurwulan melalui Kanit Intel Ipda Parjo.
Berikan Apresiasi
Ketua Dewan Tata Kota (Dakota) Herwin Kunadi mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polsek Gombong. Keberadaan anak-anak punk dinilai cukup meresahkan masyarakat. Bagaimana tidak, seperti di kawasan alun-alun Manunggal persisnya di depan Masjid Al Muttaqin mereka asik nongkrong, tertawa-tawa, merokok, makan, ngamen dan sesekali mencari uang dengan menyetop kendaraan anak sekolah yang melintas.
“Kebetulan saya lihat sendiri dan sebenarnya ingin menegur mereka supaya bisa bersikap santun, apalagi ini bulan Ramadan. Akan tetapi hal tersebut saya urungkan karena melihat ada dari beberapa mereka membawa pisau lipat dan cutter. Saya khawatir begitu diingatkan malah tersinggung dan menggeroyok menggunakan senjata tajam tersebut,” ujar Herwin Kunadi menyebutkan sebelumnya mereka mangkal di eks Pabrik Ayah Makmur Wero.
Herwin menambahkan, atas dukungan aparat keamanan, Alun-alun manunggal Gombong menjadi cukup aman dan nyaman. Tidak lagi dijumpai anak-anak punk, pengamen, parkir liar maupun pemalakan. Jika ada yang berkumpul adalah anak-anak seekolah yang sedang duduk di trotoar sebelah timur.
“Secara umum situasi wilayah Gombong dalam keadaan aman dan kondusif. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperan aktif bersama-sama dengan jajaran Muspika guna menjaga situasi Gombong tetap kondusif,” ujarnya. (ndo)










Saat ini belum ada komentar