Pesantren MIBS Kebumen Peringati Milad Ke-6 Tahun, Apa Saja Kegiatannya?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 15 Jan 2020
- visibility 5.110
- comment 0 komentar

Bagi-bagi sembako kepada masyarakat sekitar pesantren. (Foto: Dok. MIBS Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pesantren Muhammadiyah Integrated Boarding School (MIBS) Kebumen genap berusia enam tahun, Minggu 11 Januari 2020. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan milad ke-6 tersebut.
Aneka perlombaan santri, jalan sehat keluarga besar Pesantren MIBS, pengajian akbar dan baksos berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako gratis untuk warga masyarakat sekitar digelar. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng dan Lazismu KL MIBS.
Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada warga sekitar pesantren MIBS Kebumen. Warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Para tamu undangan, wali santri dan para santri juga diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis.
1. Berbagai Prestasi Diraih Pesantren MIBS Kebumen

Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. (Foto: Dok. MIBS Kebumen)
Direktur MIBS Kebumen Ustadz Adi Hamid Fuadi MM mengatakan, di usia ke-6 ini pesantren MIBS telah berhasil mendapatkan berbagai macam prestasi baik di tingkat kabupaten hingga nasional. Hal ini dapat dilihat dari perolahan ratusan trofi maupun medali dari berbagai perlombaan.
“Memperingati milad ke-6 MIBS akan terus berjuang untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan berusaha memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Ustadz Adi Hamid Fuadi MM.
Hadir dalam puncak acara milad ke-6 MIBS antara lain Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen, Ustadz Mul’an Anafati SS, para ketua PCM, para wali santri, dan warga sekitar pesantren MIBS.
2. Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Atas nama PDM Kebumen, Ustadz Mul’an Anafati SS menyampaikan apresiasi kepada MIBS yang terus berjuang dengan keras mensukseskan program PDM Kebumen dalam memelihara dan mengembangkan MIBS hingga saat ini. Dia juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, senantiasa menjalin silaturahmi kepada semua pihak.
“KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan KH Hasyim Asy’ari pendiri NU itu teman baik. Beliau berdua pernah berguru kepada guru yang sama. Muhammadiyah dan NU seolah menjadi simbol persatuan. Jika kedua ormas ini bersatu maka InshaAllah Indonesia akan tetap bersatu. Maka mari kita jaga bersama silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah kita,” ujarnya.
3. Pesantren Membentengi Anak dari Pengaruh Perkembangan Jaman
Jamaah mengikuti pengajian akbar. (Foto: Dok. MIBS Kebumen)Pengajian akbar sebagai puncak peringatan milad ke-6 MIBS Kebumen menghadirkan pembicara KH Yunus Muhammadi, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pondok Pesantren Imam Suhodo Muhammadiyah Sukoharjo itu menyampaikan tentang perkembangan pondok pesantren Muhammadiyah dan pentingnya Pesantren untuk membentengi anak-anak dari berbagai pengaruh perkembangan jaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Menyekolahkan anak-anak kita di Pesantren merupakan pilihan tepat. Di Pesantren, anak-anak akan mendapatkan bekal yang luar biasa. Contoh perilaku baik akan senantiasa didapatkan dari para pengasuh, kiai, ustadz yang ada dan selalu mendampingi. Di pesantren, anak-anak InshaAllah akan terbiasa dengan berbagai pembiasaan yang baik, akhlak yang baik, kepedulian yang baik. Tidak ada alasan lagi untuk tidak memilih pesantren sebagai tempat mendidik anak-anak kita jika ingin menjadikan anak-anak kita sukses dunia dan akhirat,” imbuhnya. (ndo)








Saat ini belum ada komentar