Pusat Edukasi Geologi Bakal Dibangun di Karangsambung

  • Whatsapp
Geopark Karangsambung
LIPI Karangsambung yang akan dibangun pusat edukasi geologi. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mendukung pengembangan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Hal itu ditegaskan oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam (KSDA) Dr Ir Arifin Rudiyanto MSc dalam kunjungannya ke kawasan GNKK dan LIPI Karangsambung, Senin 12 Oktober 2020.

Berita Lainnya

Upaya Pengembangan GNKK Menuju Global Geopark
Geopark Karangsambung
Kunjungan Kementerian PPN/Bappenas di LIPI Karangsambung. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Berbagai upaya pengembangan GNKK adalah dengan mobilisasi anggaran baik melalui APBD maupun APBN. Perlu mengkaji skema pendanaan untuk pengembangan infrastruktur. Karena banyak dunia usaha yang ingin terlibat dalam membantu pengembangan GNKK.

Pengembangan GNKK juga perlu melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan geopark. Warga sekitar menjadi tulang punggung keberlanjutan pengelolaan geopark ke depan.

“Harapannya keterlibatan pemerintah daerah secara intens melakukan pendampingan kepada masyarakat dan aspek lainnya,” ujar Arifin Rudiyanto seraya menyebutkan perlu mematangkan masterplan menuju UNESCO Global Geopark.

Bangun Pusat Edukasi Geologi Seluas 9.500 m2 
Geopark Karangsambung
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menerima kunjungan Bappenas dan LIPI. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Selain itu, pemerintah akan mengembangkan sarana prasarana pendidikan dan riset di kawasan GNKK di kompleks BIKK LIPI Karangsambung. Pasalnya, kondisi sarpras yang ada saat ini jauh dari ideal.

“Untuk membangun pusat edukasi geologi seluas 9.500 m2 di Karangsambung telah disiapkan anggaran sebesar Rp 221 miliar. Sehingga GNKK menjadi pusat edukasi geologi dan geopark terkemuka di Asia Pasifik,” ujar Arifin menyebutkan bahwa geopark menjadi jalan pengembangan ekonomi lokal dengan memperhatikan pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkait