Pusat Edukasi Geologi Bakal Dibangun di Karangsambung
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 13 Okt 2020
- visibility 3.325
- comment 0 komentar

LIPI Karangsambung yang akan dibangun pusat edukasi geologi. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Adapun sarpras yang dibangun meliputi Gedung Geodiversitas dengan luas 3.674 m2 dengan fasilitas antara lain penyimpanan batu dengan kapasitas 148.000 contoh batuan, dan laboratorium bidang kebumian.
Geo Conservastion Dilengkapi Virtual Learning dan Visual Sumulation

Rombongan mengunjungi Bukit Pentulu Indah. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kemudian gedung Geo Coservation seluas 1.600 m2 yang akan digunakan sebagai sarana virtual learning dan audio visual simulation. Serta menampilkan spesimen batuan khususnya sejarah geologi Indonesia dan menampilkan keanekaragaman Geodiversity Indonesia. Selain itu akan dibangun Gedung Dormitori (asrama) seluas 4.155 m2 dengan tiga lantai.
“Untuk itu skema pengelolaan harus dikaji, termasuk anggaran pemeliharaan. Jangan sampai asyik membangun tetapi lupa pemeliharaannya,” ujarnya seraya memberikan apresiasi dan motivasi untuk membuat GNKK lebih mendunia.
Turut serta dalam kunjungan tersebut, Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Dr Ir Subandi MSc. Sedangkan dari LIPI hadir Deputi Bidang Ilmu Kebumian LIPI Ocky Karna Radjasa serta sejumlah pejabat lainnya.
Kunjungi Pentulu Indah dan PAP Krakal

Rombongan foto bersama di Pentulu Indah (Foto: (Padmo-KebumenUpdate)
Selain mengunjungi BIKK LIPI Karangsambung, rombongan mengunjungi salah satu geosite di Pentulu Indah Karangsambung dan Pemandian Air Panas (PAP) Krakal. Selanjutnya, rombongan diterima oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Kunjungan tersebut dalam rangkaian meninjau perkembangan kawasan GNKK setelah ditetapkan dan mendapat sertifikat sebagai geopark nasional pada 29 November 2018.
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menyampaikan pihaknya akan terus membuat kebijakan dan program untuk mengembangkan geopark. Pemkab Kebumen telah melaksanakan musyawarah perencanaan dan pengembangan yang melibatkan desa-desa yang menjadi lokasi geopark.
Perkuat Sinergitas Menuju Global Geopark

Rombongan foto bersama di Pentulu Indah (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Baik desa maupun Pemkab perlu berkoordinasi, sinkronisasi, dan bersinergi agar kebijakan dan program yang dikembangkan dapat saling mengisi dan melengkapi, tidak tumpang tindih.
Dia memaparkan GNKK memiliki 41 situs geologi, delapan situs biologi dan 10 situs budaya yang tersebar di 12 Kecamatan, 118 desa di Kebumen. Saat ini, GNKK sedang diusulkan untuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).
“Kepada seluruh stakeholder terkait, kita kuatkan kembali komitmen dan memperkuat sinergitas untuk mengembangkan geopark secara serius dan berkesinambungan,” tegasnya. (smn)








Saat ini belum ada komentar