Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Belajar dari Gua Petruk: Sebuah Perjalanan yang Terhalang Kebijakan Sekolah

Belajar dari Gua Petruk: Sebuah Perjalanan yang Terhalang Kebijakan Sekolah

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 4.661
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

“Sebuah bangsa tidak akan kekurangan sosok pemimpin selama pemudanya sering berpetualang di hutan, gunung, dan lautan.” (Henry Dunant)

BARU tiga minggu yang lalu, tepatnya Minggu 24 Agustus 2025, saya bersama 12 pengurus ekstrakurikuler pecinta alam Gaspala melakukan survei ke Gua Petruk. Satu dari sekian banyak objek wisata yang masuk ke dalam kawasan Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp).

(Semestinya) ini akan menjadi kegiatan pertama mereka sebagai pengurus. Namun sungguh tak disangka, kegiatan yang sudah rutin tiap tahun dilaksanakan, namun kali ini ditolak oleh sekolah. Alasannya: kegiatan ini berbahaya.

“Jadi survei? Kalau jadi, jangan lupa bawa helm posko, senter, pakaian ganti, dan bersepatu. Insyaallah ketemu di sana ya!” pesan saya pada salah satu pengurus.

Minggu pagi itu saya masih harus menyelesaikan pekerjaan di Desa Sidayu Kecamatan Gombong dan Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor.

Lalu kami sepakat bertemu di area parkir objek wisata Gua Petruk di Dusun Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah sekitar jam 10 pagi.

Tidak banyak perbedaan dari sejak pertama kali ke Gua Petruk di tahun 2004 silam. Halaman parkirnya masih sama. Sangat luas dengan aspalnya yang mulai mengelupas dan sebuah pohon ficus di tengahnya.

Saya lupa sudah berapa kali mengunjungi Gua Petruk dan masuk ke dalamnya. Mungkin ada sekitar 15 kali.

Tiket Masuk Gua Petruk 

Harga tiketnya saat ini Rp20.500/orang khusus Sabtu-Minggu, dan Rp15.000/orang untuk Senin-Jumat. Adapun untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp5.000/kendaraan.

Lalu membayar tiket dengan sedikit negosiasi agar diberi potongan harga saat kegiatan kami nanti berlangsung. Walau akhirnya batal dilaksanakan.

Menyusuri jalan setapak dengan permukaannya yang sedikit berlumut, pengunjung akan disuguhi kolam renang mini di sisi kiri. Sumber airnya berasal dari curug di sekitar lokasi.

Mungkin ada sekitar 15 menit waktu yang ditempuh untuk menuntaskan anak tangga menuju mulut Gua Petruk. Bisa lebih jika sering berhenti untuk istirahat.

Sampai di mulut gua, terlihat beberapa pelajar sedang melakukan kegiatan turun tebing (rapeling) dari lantai atas gua. Belakangan saya ketahui mereka berasal dari salah satu sekolah di Rowokele.

Sontak anak-anak Gaspala terkagum dengan aktivitas mereka. Berhenti sejenak dan melihat ke langit-langit gua.

Setelah berdoa, kami bertiga belas berjalan beriringan masuk ke dalamnya. Aliran sungai bawah tanah menyambut kami dengan suara gemericiknya. Ditambah rasanya yang dingin ketika air tersebut menembus sepatu kami dan menyentuh kulit kaki.

Masuk lebih dalam, aroma kotoran kelelawar (guano) mulai menusuk hidung. Mau tidak mau, langkah kaki dipercepat agar segera meninggalkan area tersebut.

Dari pengamatan, sepanjang perjalanan di lorong gua mulai terpasang rambu-rambu petunjuk arah dengan warna dasar putih dan merah menyala. Ini cukup membantu bagi pengunjung yang baru pertama kali masuk ke Gua Petruk.

Tidak hanya rambu-rambu, usai melewati spot batu lonceng kondisi permukaan tanah juga tampak dikeruk lebih dalam. Jika biasanya di area ini pengunjung akan berjongkok hingga merayap untuk dapat melewati lorongnya, namun dengan dikeruk lapisan tanahnya maka cukup dengan sedikit merunduk.

Hingga sampai pada lokasi yang mulai terlihat semburat cahaya dari ujung gua, kami sepakat berhenti. Diskusi sebentar, lalu diputuskan kembali ke titik awal.

Kegiatan penelusuran gua (caving) masuk ke dalam wisata minat khusus, yang mana biasanya peminatnya adalah mereka yang hobi berkegiatan di alam terbuka.

Tentu sebelum masuk gua ada sejumlah prasyarat yang harus diketahui dan dipatuhi. Mulai dari kode etik penelusuran gua, hingga memakai perlengkapan standar. Bahkan jauh sebelum itu, ada materi kelas tentang speleologi.

Ada sisi positif dari kegiatan ini. Mulai dari aspek fisik, mental, sosial, hingga aspek pengetahuan yang mana bagian dari pendidikan karakter.

Dengan keindahan ornamen batuannya dan sensasi petualangan yang memukau, tidak heran jika Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani rela datang ke sini bulan Mei lalu. Tidak lain untuk mempromosikan objek wisata Gua Petruk sekaligus Kebumen UNESCO Global Geopark.

Maka ketika kegiatan caving ini dilarang oleh pihak sekolah dengan alasan berbahaya, menjadi sebuah tanda tanya besar.

Mulai dari alasan cuaca hingga membandingkan dengan ambruknya bangunan di Bogor saat acara pengajian. Sungguh korelasi yang kurang pas.

Pun ketika saya tawarkan opsi lainnya ke Gua Silodong di Karangsambung yang juga sering disinggahi Gaspala rentang tahun 2007-2012, tetap saja ditolak dengan alasan yang sama: berbahaya.

Ketika rasa pesimis sudah menghampiri namun tidak ingin kehilangan anggaran yang sebagian diambil dari dana BOS tersebut, maka muncul opsi jika anggaran dialihkan untuk kegiatan reboisasi bakau (adiwiyata).

Yang mana jawabannya pun masih mengambang karena khawatir dengan lokasinya yang dekat pantai. Meski sudah dibantu dijelaskan olah kesiswaan bahwa Gaspala sudah cukup sering mengadakan reboisasi bakau.

Toh kegiatan reboisasi bakau secara tidak langsung ikut membawa nama baik sekolah, berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, dan turut berkontribusi dalam penilaian sekolah adiwiyata.

Sebagai penutup, rasanya kita sepakat bahwa ‘bahaya’ dan ‘risiko’ ada untuk dihadapi dan dikelola dengan baik. 

Ketika ada upaya untuk menghilangkan proses belajar tentang risiko, maka tidak heran jika yang muncul adalah para safety player, yang jumlahnya semakin banyak di negeri ini. Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Mistis! Inilah Seni Abid, Atraksi Api Ikonik Pemuda Klopogodo Saat Lebaran

    Bukan Mistis! Inilah Seni Abid, Atraksi Api Ikonik Pemuda Klopogodo Saat Lebaran

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 893
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Gemuruh takbir di Dusun Brangkal, Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, berlangsung meriah pada Jumat malam 20 Maret 2026. Kemeriahan ini ditandai dengan pementasan seni Abid, sebuah tradisi unik yang memadukan ketangkasan fisik dengan keindahan cahaya api untuk menyambut Hari Raya Idulfitri. Secara teknis, Abid adalah permainan menggunakan tongkat bambu yang kedua ujungnya dibalut […]

  • Selamat, Pemkab Kebumen Terima Penghargaan dari Kementerian Perhubungan

    Selamat, Pemkab Kebumen Terima Penghargaan dari Kementerian Perhubungan

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.106
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perhubungan karena dinilai berperan aktif dan bertanggungjawab dalam upaya keselamatan di perlintasan sebidang. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Ir Zulfikri MSs DEA dan diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko SIP, Jumat (6/9/2019). Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Forum Group Discussion (FGD) […]

  • Guyon Waton di Night Show UPB Fest 2023

    Guyon Waton Bikin Ambyar Night Show UPB Fest 2023

    • calendar_month Kam, 28 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.170
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penampilan grup musik dangdut dan pop Jawa Guyon Waton bikin ambyar Night Show UPB Fest 2023  yang berlangsung di halaman kampus Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen, Rabu 27 Desember 2023 malam. Grup musik asal Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta itu berhasil mengajak muda mudi Kebumen ambyar bareng dengan lagu-lagu yang  mereka  […]

  • Wisata Guci

    Bupati Tegal Pastikan Wisata Guci Aman Dikunjungi, Wartawan Diajak Promosikan Destinasi

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 516
    • 0Komentar

    SLAWI (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan objek wisata pemandian air panas Guci di Kecamatan Bojong aman dikunjungi wisatawan. Kepastian itu disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat menerima sekitar 100 wartawan se-Jawa Tengah dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI di Guci Ashafana, Jumat 13 Februari 2026 malam. Kegiatan […]

  • Tersangka dihadirkan saat konferensi pers. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

    Biasa Curi Duit Orang Tua, Pemuda Ini Bobol Konter Handphone

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.120
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Kebiasaan mencuri duit milik orang tuanya membawa pemuda asal Kecamatan Karanggayam, Kebumen menjadi pencuri “profesional”. Pemuda berinisial SN (24) melakukan aksi pencurian di sebuah konter handphone di Jalan Ronggowarsito Pejagoan Kebumen, Minggu, 11 April 2020. Dalam aksinya, tersangka berhasil membawa kabur satu unit laptop Lenovo, lima unit handphone android berbagai merek, dan […]

  • Gudang Terbakar

    Gudang di Desa Purwosari Terbakar, Satu Mobil Hangus

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.474
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Sebuah gudang dan satu unit mobil di Desa Purwosari, Kecamatan Puring, Kebumen ludes dilalap si jago merah, Senin 3 Juni 2024. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Diduga penyebab kebakaran tersebut adalah konsleting listrik. Saat kejadian, diketahui gudang tersebut dalam keadaan kosong, baru beberapa menit ditinggal oleh pemiliknya. Tetangga korban melihat […]

expand_less