PMI Kebumen Gelar Pelatihan Kru Ambulans, Jadi Percontohan Kemandirian Organisasi
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 1 Jun 2025
- visibility 534
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen kembali menunjukkan kemandiriannya dengan sukses menyelenggarakan pelatihan sekaligus sertifikasi kru ambulans pada 26-28 Mei 2025.
Pelatihan yang digelar oleh Unit Pengelola Jasa (UPJ) PMI Kebumen ini menjadi bukti nyata inovasi dan pengembangan diri organisasi dalam pelayanan kemanusiaan.
Acara pembukaan pelatihan yang berlangsung di gedung Pusdiklat PMI Kebumen ini dihadiri langsung oleh Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana & Relawan PMI Kebumen Drs Bambang Widadi, didampingi Kepala UPJ Robiatul Adawiyah.
Dalam sambutannya, Bambang Widadi menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud kemandirian PMI Kebumen.
“Satu-satunya PMI yang memiliki pusat pendidikan dan latihan dasar (Pusdiklat) di Jawa Tengah adalah PMI Kebumen. Ini adalah bentuk kemandirian kami,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, PMI harus terus berkembang dengan swasembada dan kreativitas karena bukan merupakan instansi kedinasan pemerintah.
Senada dengan Bambang, Kepala UPJ Robiatul Adawiyah mengungkapkan antusiasme peserta pelatihan. Sebanyak delapan peserta dari PMI Kabupaten Banjarnegara, Klaten, dan Kota Magelang turut serta dalam pelatihan berbayar senilai Rp 1.650.000 ini.
“Ini bukan kali pertama kami mengadakan kegiatan pelatihan berbayar seperti ini. Kami sangat senang melihat minat dari PMI kabupaten tetangga untuk bergabung,” jelas Robiatul.
Materi Komprehensif dan Narasumber Berkompeten
Peserta pelatihan mendapatkan materi komprehensif yang dibawakan oleh narasumber Sony Priyanto Sasongko, Misbakhun Munir S.Kep.Nes, dan Robiatul Adawiyah, S.Pd.
Adapun materi yang diberikan meliputi:
- Evaluasi risiko & perlindungan bagi tenaga kesehatan
- Pertolongan pertama
- Pelayanan ambulans
- Penggunaan radio komunikasi
- Aspek legal ambulans
- Pengetahuan obat & terapi oksigen
- Manajemen jenazah
- Perujukan dan evakuasi pasien
Selain ilmu dan materi modul, seluruh peserta juga memperoleh fasilitas penginapan dan sertifikat resmi dari PMI, menunjukkan legalitas dan profesionalisme sebagai kru ambulans.
Salah satu peserta, Kahliang Malik Raharjo, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
“Motivasi saya adalah untuk menambah keterampilan dalam penggunaan ambulans. Penting bagi saya untuk terus mengembangkan diri, jadi sekalipun berbayar, saya tetap semangat,” ungkap Kahliang.
Ia berharap, dengan sertifikat yang diperoleh, dirinya bisa menjadi kru ambulans yang profesional.
Rencana Pelatihan Selanjutnya
UPJ PMI Kebumen tidak berhenti sampai di sini. Robiatul Adawiyah mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali menggelar pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Pertolongan Pertama (PP).
“Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan tim UPJ mengenai jadwal pastinya. Tunggu saja informasi selanjutnya di media sosial kami, semoga banyak yang berminat,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar