Jembatan Gantung Telomoyo Bantuan Toni Ruttiman Diresmikan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 25 Okt 2019
- visibility 5.251
- comment 0 komentar

Wabup Kebumen H Arif Sugiyanto SH saat meresmikan jembata gantung di Sungai Telomoyo. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
PURING (KebumenUpdate.com) – Jembatan gantung yang dibangun di atas Sungai Telomoyo Desa Sidobunder, Kecamatan Puring diresmikan oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Jumat (25/10/2019).
Peresmian diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Wabup yang diserahkan kepada Kepala Desa Sidobunder Sarno. Selanjutnya Wabup diikuti Forkopimcam Puring serta masyarakat mencoba menyeberangi sungai melalui jembatan gantung tersebut.
Jembatan gantung tersebut dibangun oleh pria berkebangsaan Swiss, Toni Ruttiman. Pembangunan jembatan gantung itu ditaksir menelan dana hampir Rp 3 miliar. Selain bantuan CSR dari Swiss juga sebagian dari APBDes serta swadaya masyarakat.
Baca Juga: Tahun Terakhir Jabatan Bupati, Lima Indikator Kinerja Utama Belum Tercapai, Apa Saja?
Jembatan gantung itu memiliki panjang 70 meter dengan tinggi 9 meter dan lebar 1,3 meter. Tim Toni dibantu warga desa setempat mengerjakan jembatan itu sejak Mei 2019.
Pembangunan jembatan gantung di Sidobunder merupakan jembatan kelima bantuan Toni Ruttiman di Kebumen. Sebelumnya, pembangunan dilakukan di Kecamatan Karanggayam, Klirong, Buluspesantren, dan Desa Kedaleman Wetan Kecamatan Puring Sedangkan di Jawa Tengah sudah ada 32 jembatan gantung yang dibangun Toni Rutiman.
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan bahwa jembatan gantung tersebut tidak murah dan tidak mudah didapat. Untuk itu harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.
“Sehingga masa pakai jembatan bisa tahan lama dan tidak cepat rusak,” ujar Arif Sugiyanto di sela-sela peresmian.
Baca Juga: Tinjau TMMD Reguler, Aspers Kasad Puji Guyub Lintas Instansi
Arif menambahkan jembatan tersebut sangat berguna bagi masyarakat. Antara lain untuk melancarkan sarana transportasi perokonomian, pendidikan dan untuk melancarkan sarana bersilaturahmi.
Menurut Kepala Desa Sidobunder Sarno mengatakan, jembatan itu menjadi akses penghubung dua pedukuhan, yakni RW 1 dan RW 2. Jembatan ini sangat dibutuhkan lantaran selama ini, warga di RT 2 harus menyeberang sungai saat hendak memakamkan jenazah. Jika tidak warga harus menempuh jalan memutar melintasi desa tetangga.
“Alhamdulillah, pengajuan kami setahun silam disetujui dan dapat direalisasikan di tahun 2019,” katanya. (pri/pdm)







Saat ini belum ada komentar