Wakil Menteri Desa Puji Kemajuan Bumdes di Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 17 Sep 2021
- visibility 2.273
- comment 0 komentar

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Budi Arie Setiadi menerima cindera mata dari Kades Grenggeng Eri Listiawan. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Budi Arie Setiadi mengapresiasi terhadap Pemkab Kebumen yang sudah bagus melakukan pembinaan dan dorongan dalam pemberdayaan masyarakat desa, sehingga di Kebumen saar ini tidak ada lagi kategori desa tertinggal.
“Saya lihat pengelolaan dan pengembangan desa di Kebumen sudah cukup bagus. Hampir semua desa di Kebumen punya Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) untuk penggerak ekonomi masyarakat, sehingga Kebumen tidak ada lagi sebutan desa tertinggal,” ujar Budi Arie saat kunjungan kerja di Kebumen, Kamis 16 September 2021.
Baca Juga: Grebeg Pandan, Kawasan Pandan dan Batik Diluncurkan
Dalam kunjungan kerja ke Kebumen, Budi Arie Setiadi meninjau langsung potensi dan pemberdayaan masyarakat desa di sejumlah tempat. Budi Arie bersama Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM dan Forkompinda meninjau pelaksanaan vaksinasi di Karangsari serta meninjau Bumdes Karangsari berupa minimarket yang sudah berkembang cukup baik.
Usai dari Karangsari, Wakil Menteri melanjutkan kunjungannya ke Desa Grenggeng, Karanganyar guna melihat Bumdes Pasar Pereng Kali. Pasar ini seperti pasar tempo dulu, di mana pasar ini menggunakan kepeng sebagai alat transaksinya.
Dana Desa

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Budi Arie Setiadi bersama Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH saat berkunjung ke Pasar Pereng Kali Grenggeng. (Foto: Istimewa)
Selain itu, Budi Arie juga mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi di Kebumen yang penyerapannya tertinggi di Jateng. Ini artinya antusias masyarakat Kebumen untuk mengikuti vaksin tinggi dan tidak percaya lagi dengan adanya hoax tentang vaksin.







Saat ini belum ada komentar