Tiga Atlet Woodball Kebumen Pindah ke Grobogan, Ini Penjelasan KONI
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 118
- comment 0 komentar

Pengurus KONI Kabupaten Kebumen dan KONI Kabupaten Grobogan berfoto bersama di depan Kantor Sekretariat KONI Kebumen, Kompleks Stadion Chandradimuka. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Jajaran pengurus KONI Kabupaten Grobogan melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor KONI Kabupaten Kebumen di Kompleks Stadion Chandradimuka, Rabu 29 Juli 2026.
Rombongan tamu tersebut disambut langsung oleh Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, serta Wakil Sekretaris.
Ketua KONI Grobogan, Yoyok Prihantoro, mengungkapkan maksud kedatangannya untuk merampungkan administrasi tiga atlet asal Kebumen yang kini bergabung dengan kontingen Grobogan di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
“Prosesnya harus mendapat izin dari KONI asal. Maka kami ke sini untuk memohon agar dikeluarkan surat keterangan tersebut. Selain Kebumen, ada beberapa kabupaten lain yang berproses di kami, begitu juga atlet kami ada yang keluar,” ujar Yoyok.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, menyambut kedatangan jajaran KONI Grobogan dengan penuh keterbukaan. Ia menilai kunjungan ini sebagai sebuah kehormatan besar bagi KONI Kebumen.
“Bagi kami, KONI Kebumen mendapat satu kehormatan yang luar biasa. Yang mestinya ini timba marani sumur (timba mendatangi sumur), lah ini justru sumur yang mendatangi timba. Kita banyak belajar dari sana, untuk itu kesempatan yang bagus ini kita gunakan untuk saling sharing,” ungkap Zubair.
Zubair menegaskan, KONI Kebumen pada prinsipnya menghargai hak dan kebebasan atlet dalam menentukan arah karier mereka, selama seluruh prosedur administrasi diselesaikan dengan baik. Secara aturan, mutasi wajib mengantongi izin serta rekomendasi resmi dari KONI daerah asal dan pengurus cabang olahraga terkait.
Mekanisme ini harus melalui jalur administratif seperti Surat Rekomendasi Mutasi (SRM) dan Surat Keputusan Mutasi (SKM). Validasi mutasi kini juga semakin ketat melalui pemanfaatan aplikasi SISAKTI (Sistem Informasi Olahraga Prestasi)—sebuah basis data terintegrasi untuk memastikan keabsahan data, riwayat prestasi, hingga keabsahan status kepindahan atlet.
Persiapan Porprov dan Tantangan Anggaran
Selain membahas mutasi atlet, Yoyok menyebutkan bahwa pihaknya juga ingin meninjau langsung kondisi fasilitas olahraga di Kebumen. Mengingat rencana Kedu Raya—termasuk Kabupaten Kebumen—akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, Grobogan ingin membagikan pengalamannya saat menjadi tuan rumah pada Porprov sebelumnya di Pati Raya.
Dalam kesempatan yang sama, Yoyok membeberkan tantangan fiskal yang dihadapi KONI Grobogan tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah daerah.
“Tahun ini adalah tahun efisiensi. Berbeda dengan tahun Porprov lalu saat anggaran kami mencapai Rp15 miliar. Tahun ini dipotong hampir Rp10 miliar, sehingga hanya mendapat Rp5,6 miliar. Padahal dalam kondisi normal biasanya sekitar Rp10 miliar. Namun, kami tetap berupaya mengikuti Porprov dengan anggaran Rp5,6 miliar tersebut,” terangnya.
Beruntung, pada APBD Perubahan KONI Grobogan mendapat tambahan anggaran untuk Porprov sebesar Rp4 miliar, sehingga total dukungan anggaran menjadi Rp9,6 miliar.
Adapun untuk besaran bonus perorangan peraih medali emas, KONI Grobogan tetap menyamakannya seperti tahun lalu, yakni sebesar Rp75 juta per atlet.
Di sisi lain, KONI Kebumen pada tahun ini mengandalkan suntikan dana hibah sebesar Rp1,8 miliar dari Pemkab Kebumen. Kondisi finansial ini membuat alokasi bonus bagi atlet peraih emas di Kebumen memiliki selisih yang cukup jauh jika dibandingkan dengan kabupaten lain seperti Grobogan.
Mutasi Tiga Atlet Woodball
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kebumen, Dwi Aries Prambasto, memberikan penjelasan rinci mengenai duduk perkara mutasi tiga atlet cabang olahraga woodball asal Kebumen yang kini memperkuat Grobogan.
“Ketua Umum KONI Grobogan datang ke Kebumen untuk memperjelas dan menggarisbawahi mutasi atlet dari Kebumen ke Grobogan. Secara administrasi sebelumnya belum tuntas, sehingga kedatangan ini sekaligus meluruskan perpindahan tersebut yang didasarkan pada administrasi keolahragaan, bukan berdasarkan kependudukan,” papar Dwi.
Dwi merinci, ketiga atlet asal Kebumen tersebut adalah Febriyanti, Eka, dan Naswita. Ketiganya merupakan atlet berprestasi.
Meskipun saat ini ketiga atlet tersebut hijrah membela Grobogan, KONI Kebumen tetap menyimpan harapan besar. Pada ajang Porprov 2030 mendatang, saat usia mereka memasuki kategori senior, ketiganya diharapkan dapat kembali membela Kontingen Kebumen untuk membimbing para atlet junior. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar