Pencari Rumput Meninggal Tersetrum Listrik, Ini Hasil Identifikasi PLN ULP Gombong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 4 Mar 2021
- visibility 1.221
- comment 0 komentar

Proses evakuasi korban tersetrum listrik. (Foto: Polres Kebumen)
KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Seorang pencari rumput bernama Sumarta (67) warga Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kebumen meninggal dunia setelah tersetrum listrik, Rabu 3 Maret 2021. Peristiwa nahas itu bermula saat korban akan pergi mencari rumput untuk pakan ternak, sekitar pukul 07.00 WIB.
Di tengah perjalanan saat posisi jalan nanjak, korban menyenggol kawat ground yang ternyata ada aliran listriknya, selanjutnya kesetrum. Saat tersetrum korban sempat teriak dan minta tolong kepada warga. Namun nahas, warga yang mendekat, mendapati korban sudah meninggal.
Korban Mengalami Luka Bakar Serius
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubag Humas Polres Iptu Sugiyanto menjelaskan dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh Polsek Karanggayam bersama dengan Inafi Polres Kebumen polisi tidak menemukan tanda penganiayan. Korban meninggal murni kecelakaan karena ketidak sengajaan menyenggol kawat di dekat tiang listrik yang terdapat aliran listriknya.
Korban mengalami luka bakar cukup serius setelah kesetrum listrik. Jenazah telah diserahkan kepada warga dan telah dimakamkan. Tak ingin kejadian terulang, warga memotong pohon bambu di dekat tiang listrik, yang berpotensi menghantarkan listrik.
PLN ULP Gombong Terjunkan Tim K3L

Instalasi pompa air milik warga menyambung ke skur milik PLN. (Foto: Istimewa)
Kejadian itu mendapat perhatian khusus dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gombong dengan menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Setelah dilakukan identifikasi di lokasi oleh tim K3L PLN ULP Gombong tidak ditemukan kelainan dari konstruksi milik PLN.
Setelah ditelusuri lebih lanjut bersama dengan petugas ditemukan adanya empat instalasi pompa air milik warga setempat yang dipasang di kawat ground milik PLN.
“Saluran kabel yang digunakan untuk pompa air sudah banyak yang terkelupas dan tidak layak atau standar untuk digunakan. Hal inilah yang menyebabkan adanya aliran listrik yang mengalir ke kawat ground milik PLN, dimana seharusnya netral dan tidak bertegangan,” jelas Supervisor K3L PLN ULP Gombong Putri Rizki.
Instalasi Empat Pompa Milik Warga Numpang di Skur PLN
Putri menambahkan, selain dilarang juga sangat membahayakan baik bagi jaringan PLN dan juga bagi keselamatan warga setempat. Oleh karena itu PLN mengimbau kepada masyarakat bahwa pemasangan instalasi pompa air harus dipisah atau tidak boleh digabungkan dengan kawat ground milik PLN.
Normalnya di bagian skur sampai arde tidak ada tegangan. Tapi ditemukan ada empat pompa milik warga di sekitar yang instalasinya menumpang di skur milik PLN. Saat kondisi pompa sedang bekerja dan ada tegangan balik di arde yang menyebabkan skur yang seharusnya tidak bertegangan jadi terdapat aliran listrik.
“Lalu ada warga yang memegang arde saat kondisi tersebut, terjadilah warga tersebut tersengat listrik dan meninggal,” ujarnya mengimbau kepada semua warga tidak menambahkan atau mengurangi kontruksi jaringan PLN. (ndo)







Saat ini belum ada komentar