KKN UNS Kenalkan Ecoprint sebagai Pemberdayaan Ibu-ibu PKK
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 1 Sep 2021
- visibility 3.171
- comment 0 komentar

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 39 menggelar pelatihan ecoprint di Dusun Blawong, Desa Jogomertan, Kecamatan Petanahan, Kebumen. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS Kelompok 39 melakukan kegiatan semi luring di Dusun Blawong, Desa Jogomertan, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jumat 20 Agustus 2021.
Salah satu program kerja KKN Tematik UNS Membangun Desa Kelompok 39 ialah menyelenggarakan pelatihan ecoprint yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Jogomertan. Pelatihan yang berlangsung di Mushola Nurul Hikmah dan rumah Suwarti warga desa setempat itu dipandu oleh seluruh mahasiswa KKN.
Baca Juga: Mahasiswa IPB Kenalkan Koperasi pada Anak Lewat Permainan
Ketua KKN Kelompok 39 Dimas Wijaya menjelaskan bahwa kelompoknya beranggotakan sembilan mahasiswa yang terdiri dari berbagai program studi. Antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Biologi, Akuntansi, dan Seni Rupa.
“KKN Tematik UNS Membangun Desa periode Juli-Agustus terbagi menjadi dua jenis yakni KKN secara luring dan semi luring,” ujar Dimas Wijaya.
Tingkatkan Kreativitas

Salah satu motif yang dihasilkan dari teknik ecoprint. (Foto: Istimewa)
Menurut Azizah, mahasiswa KKN Kelompok 39 pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas ibu-ibu PKK di Desa Jogomertan. Yakni dengan cara memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar rumah.
“Pelatihan ecoprint ini sangat mudah dilakukan karena dalam proses pembuatannya menggunakan alat yang sederhana dan bahan yang mudah ditemukan,” kata Azizah.
Baca Juga: Melalui Tax Center, Universitas Putra Bangsa Edukasi Masyarakat Sadar Pajak
Ecoprint merupakan salah satu teknik baru dalam dunia fashion yang memanfaatkan kekayaan tumbuhan sekitar. Pada dasarnya ecoprint ini adalah mencetak pola dari daun atau bunga ke kain dengan cara dipukul menggunakan palu (pounding) atau melalui pengukusan (steaming).
Selain menggunakan daun atau bunga sebagai motifnya, ecoprint juga memanfaatkan pewarna alami seperti kayu secang, kayu teger, serbuk green tea dan sebagainya. Daun yang digunakan sebagai motif bisa dari daun jati, daun cemara, daun karsen, bunga kenikir. Kemudian daun pepaya jepang, daun anggur, daun waru, daun kelor, daun akasia, daun kenikir, daun jarak, dan lain sebagainya.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 39 foto bersama usai melaksanakan pelatihan. (Foto: Istimewa)
Pelatihan terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama penyampaian materi oleh mahasiswa KKN UNS berlanjut tanya jawab. Lalu sesi kedua adalah praktik cara pembuatan ecoprint oleh peserta pelatihan. Mahasiswa KKN UNS memandu selama pelaksanaan praktik.
“Pada saat pelatihan ecoprint, ibu-ibu tampak antusias. Mereka tertarik untuk membuat produk ecoprint yang mampu menjadi trend fashion baru. Juga mampu menjadi produk baru pada bidang ekonomi kreatif di Desa Jogomertan,” ungkap Putri mahasiswa KKN kelompok 39.
Baca Juga: KKN Pulang Kampung, Mahasiswa Undip Sosialisasi Protokol Kesehatan Melalui Edugraphic
Putri berharap, pelatihan itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara memproduksi dan memasarkan produk ecoprint, baik berupa taplak meja, baju, sepatu, maupun tas.
“Namun lamanya proses pembuatan ecoprint menjadi hambatan dalam mengajarkan ecoprint kepada khalayak yang lebih luas,” ujarnya.









Saat ini belum ada komentar