KKN UNS di Desa Bendungan, Manfaatkan Lahan untuk Tanaman Obat Keluarga dan Gelar Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 3 Sep 2021
- visibility 1.597
- comment 0 komentar

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 111 foto bersama usai pelatihan. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Guna memaksimalkan lahan kosong yang terdapat di Desa Bendungan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, mahasiswa KKN UNS menyelenggarakan kegiatan penanaman tanaman obat-obatan berupa jahe, kunyit, kencur dan temulawak, Senin 23 Agustus 2021.
Selain untuk memaksimalkan lahan, kegiatan itu juga bertujuan untuk menggerakan ibu-ibu PKK. Nantinya hasil dari tanaman itu akan digunakan untuk menunjang persediaan pribadi akan tanaman obat keluarga bagi warga sekitar.
Adapun kegiatan penanaman yang dilaksanakan di lima RW di Desa Bendungan itu berlangsung mulai tanggal 23 -27 Agustus 2021. Kegiatan diikuti oleh para ibu rumah tangga dan ibu-ibu anggota PKK.
Baca Juga: Rekreasi Sekaligus Konservasi, Milangkori Ajak Wisatawan Tanam 500 Bibit Bakau
Acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama penyampaian materi dari perwakilan anggota KKN UNS kelompok 111. Materi yang disampaikan mengenai bagaimana cara menanam tanaman obat-obatan dan sayuran.
Selain itu juga disampaikan pula bagaimana cara merawatnya serta pupuk apa yang direkomendasikan untuk membantu menyuburkan tanaman tersebut. Kemudian di sesi kedua praktik langsung penanaman bibit tanaman yang diikuti oleh ibu-ibu yang telah hadir.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair

Peserta menunjukkan pupuk cair hasil pelatihan. (Foto: Istimewa)
Setelah penanaman selesai, mahasiswa KKN UNS juga memberikan sosialisasi pembuatan pupuk cair kepada peserta. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan edukasi atau alternatif mengenai pembuatan pupuk organik cair.
Program ini dilaksanakan dengan mengajarkan secara langsung mengenai cara membuat pupuk organik. Pupuk organik dibuat dengan menggunakan dua butir telur, satu botol Yakult dan 500 ml Pocari Sweat atau bisa diganti dengan air kelapa.
Pembuatan pupuk ini dipilih karena bahannya mudah didapatkan dan proses pembuatannya tidak rumit sehingga memudahkan masyarakat. Pupuk ini bisa diaplikasikan untuk membantu merangsang pertumbuhan tanaman hias dan buah.
Tumbuhkan Semangat Aktifitas Penghijauan

Mahasiswa KKN UNS bersama warga memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman obat. (Foto: Istimewa)
Dengan demikian setelah dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan ibu-ibu atau masyarakat Desa Bendungan bisa membuat sendiri pupuk cair organik seperti yang telah dijelaskan oleh tim KKN UNS.
Untuk kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair juga dibagi menjadi dia sesi. Sesi pertama adalah penjelasan mengenai cara pembuatan pupuk organik cair tersebut lalu juga dijelaskan mengenai cara menggunakannya serta manfaat dari pupuk tersebut.
Dilanjut sesi kedua adalah praktik langsung bersama ibu-ibu yang telah hadir. Ibu-ibu dibagi menjadi empat kelompok untuk memudahkan dalam pelaksanaan praktik pembuatan pupuknya. Setelah dibagi menjadi empat kelompok kemudian mereka diberikan satu perangkat lengkap berisi alat dan bahan pembuatan pupuk organik cairnya dilanjutkan langsung praktik pembuatan yang dibarengi penjelasan step by step-nya.
Para peserta yang hadir tampak senang sekali karena adanya kegiatan seperti itu mampu menumbuhkan semangat mereka untuk melakukan aktifitas penghijauan di lingkungan mereka. Apalagi di akhir acara, setelah pupuk selesai dibuat, pupuk tersebut boleh dibawa pulang atau digunakan untuk tanaman yang sebelumnya telah ditanam bersama.







Saat ini belum ada komentar