Awasi OTG Covid-19, Relawan Desa Dioptimalkan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 9 Apr 2020
- visibility 2.063
- comment 0 komentar

Wabup Arif Sugiyanto melakukan penyemprotan disinfektan massal. (Foto: Istimewa)
PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus (Covid-19) Kebumen melakukan pengawasan terhadap orang tanpa gejala (OTG) Coronavirus (Covid-19). Salah satunya dengan mengoptimalkan relawan tingkat desa dalam pendataan pemudik yang masuk desa di Kebumen.
“Selain itu para pemudik kami meminta untuk melakukan karantina diri terlebih dahulu di rumah,” kata Wakil Bupati Kebumen sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas di sela-sela penyemprotan disinfektan massal mandiri di Kecamatan Prembun, Kamis, 9 April 2020.
Penyemprotan di Prembun Disediakan 15.000 Liter Disinfektan

Wabup Arif Sugiyanto melakukan penyemprotan disinfektan massal. (Foto: Istimewa)
Penyemprotan disinfektan massal di Prembun menyediakan 15.000 liter disinfektan di seluruh desa. Kegiatan dihadiri Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Saiful Hadi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen.
Juga sejumlah pimpinan OPD Pemkab Kebumen, Muspika Prembun dan para kepala desa. Kegiatan melibatkan BPBD Kebumen, Baguna PDI Perjuangan dan relawan tingkat desa. Selain penyemprotan juga dibagikan ribuan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat di lokasi kegiatan.
“Gerakan ini diharapkan meningkatkan semangat masyarakat dalam pencegahan penanganan corona. Masyarakat kami imbau menerapkan pola hidup sehat, menerapkan physical distancing dan menggunakan masker saat keluar rumah,” ujarnya.
Posko Check Point di Wilayah Perbatasan Kebumen

Pengendara dicek suhu di Posko Check Poin Prembun. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Arif Sugiyanto menambahkan, sebagai langkah antisipasi pemerintah membentuk posko check point di wilayah perbatasan Kebumen. Setiap pemudik yang tiba di Kebumen menjalani screening pengecekan suhu dan diberi gelang khusus.
Orang tanpa gejala (OTG) dalam Covid-19 menjadi kewaspadaan khusus. Pasalnya OTG tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala ringan meskipun terinfeksi corona. Namun demikian, orang berkategori ini berpotensi menularkan virus kepada yang lain.
Menurut juru bicara pemerintah, 70 persen individu positif tertular tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi corona hanya menunjukkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali dapat membantu menyebarkan virus. (srt)







Saat ini belum ada komentar