Rekreasi Sekaligus Konservasi, Milangkori Ajak Wisatawan Tanam 500 Bibit Bakau

  • Whatsapp
Tanam Bakau
Wisawatan antusias menanam bibit bakau. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Milangkori Tour kembali mengadakan wisata bertema konservasi di kawasan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK). Dalam kegiatan yang diadakan kawasan muara Sungai Bodo, Kecamatan Ayah, Kebumen ini ditanam 500 bibit pohon bakau.

Kegiatan penanaman dilakukan oleh 30 wisatawan yang berasal dari Kebumen, Jogja dan Cilacap serta difasilitasi oleh komunitas peduli lingkungan KTH Pansela.

Berita Lainnya

Telusuri Hutan Mangrove di Pantai Ayah

Kegiatan diawali dengan menelusuri kawasan hutan mangrove di Pantai Ayah yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekologi Esensial (KEE). Di sini para peserta mendapatkan paparan dari salah satu aktivis Pansela, Agus Saptanudin, seputar manfaat hutan mangrove, baik dari aspek lingkungan maupun perlindungan terhadap bencana.

Juga diungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelestarian kawasan seperti adanya aktivitas yang tidak ramah lingkungan serta keberadaan sampah.

Antusias Menanam Meski Harus Masuk Lumpur

Peserta kemudian dibawa ke kawasan muara sungai, tepatnya di kawasan Sigong. Di sana sudah disiapkan bibit bakau beserta peralatan penananamannya. Sekalipun harus masuk ke air berlumpur, para peserta tetap antusias melaksanakan kegiatan penanaman.

Yang menarik, penyelenggara menyiapkan papan kayu bagi para penanam untuk menuliskan nama serta harapan yang akan disematkan pada pohon bakau yang ditanam.

Menurut pimpinan Milangkori Tour, Sigit Asmodiwongso, bibit yang ditanam dibeli menggunakan dana yang dihimpun dari para wisatawan juga para donatur. Selain dibelikan bibit, sebagian dana diserahkan kepada KTH Pansela untuk biaya perawatan.

Rangkaian Paket Wisata Edukatif Bertema Geofuntrip

Tanam Bakau
Sebanyak 50 bibit bakau ditanam oleh wisatawan. (Foto: Istimewa)

Lebih jauh diungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari paket wisata edukatif bertema geofuntrip. Dalam kegiatan ini, selain mengajak wisatawan menikmati pesona berbagai sudut cantik di kawasan geopark, juga dilakukan kegiatan dan paparan edukatif untuk menggugah keterlibatan wisatawan dalam aksi konservasi.

“Kami sudah meluncurkan wisata geofuntrip sejak pertengahan tahun lalu. Paket yang sudah kita kembangkan antara lain Menjejak Lantai Samudera Purba, Menelusur Gua Kapur, Menabung Air di Bukit Karst dan Merawat Pertiwi. Semua kegiatan mengambil tema unsur-unsur yang dimiliki Geopark Karangsambung Karangbolong, baik dari aspek geologi, hayati maupun budaya dan masyarakatnya,” jelas Sigit.

Bangkitkan Kepedulian Melestarikan Lingkungan

Salah satu peserta, Fajar Ellyas yang bergabung bersama keluarga mengungkapkan kesan positifnya atas kegiatan ini.

“Wisata semacam ini tidak hanya seru dan menyenangkan, namun juga menambah wawasan serta membangkitkan kepedulian untuk melestarikan lingkungan. Hal ini tidak saja berlaku untuk peserta dewasa, namun sangat penting bagi remaja anak-anak,” ungkap Eli yang putri kecilnya tak ragu masuk ke dalam lumpur untuk ikut menanam bakau.

Selain melakukan penanaman bakau, para peserta juga diajak melakukan trekking menyusuri salah satu sudut Kawasan Karst Gombong Selatan, tepatnya di Desa Candirenggo. Pengunjung diajak ke salah satu spot tersembunyi yang menyimpan kekayaan ekologis sebelum kemudian diajak menikmati kesegaran air terjun di Curut Leses. (Sigit)

Berita Terkait