Universitas Putra Bangsa Empat Kali Berturut-Turut Raih Opini WTP

  • Whatsapp
Universitas Putra Bangsa
Wakil Rektor II Bidang SDM dan Keuangan UPB Prihartini Budi Astuti SE MSi menunjukkan surat opini WTP. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen kembali memperoleh predikat opini optimum dari lembaga auditor eksternal berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Universitas Putra Bangsa Tahun 2020. Dengan demikian UPB tercatat empat kali secara berturut-turut meraih opini WTP.

Wakil Rektor II Bidang SDM dan Keuangan UPB Prihartini Budi Astuti SE MSi mengatakan prestasi ini merupakan hasil dari komitmen UPB dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Berita Lainnya

“Pencapaian WTP ini adalah prestasi dari seluruh unit/Lembaga yang ada di UPB. Kami selaku unit yang mendapatkan penugasan untuk mengkompilasi dan konsolidasi laporan keuangan mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi atas kerja tim serta komitmen penuh dari semua unit kerja di UPB untuk menegakkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya.

  1. Audit Dilakukan Oleh Kantor Akuntan Publik Independen

Audit dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang independen dan bertanggung jawab untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuanggan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Dalam hal ini, opini WTP Universitas Putra Bangsa dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik Inarezjz Kemalawarta & Rekan yang melaksanakan audit berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan lndonesia dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 (PSAK 45) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

  1. Laporan Keuangan UPB Disajikan Secara Wajar Dalam Semua Hal

Hasil penilaian yang dilakukan oleh lembaga ini menyatakan bahwa laporan keuangan UPB disajikan secara wajar, dalam semua hal yang materia,  serta arus kas setiap tahun juga sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dan  PSAK 45 di lndonesia.

Selain kolaborasi yang terjalin baik di antara keseluruhan unit di UPB, menurut Prihartini, pengelolaan keuangan di UPB juga didukung oleh sistem yang telah terintegrasi baik dalam penyusunan anggaran, perbendaharaan, hingga pelaporan.

  1. UPB Membangun Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi

Setelah pertama kali memperoleh opini WTP beberapa tahun yang lalu sebelum menjadi universitas, UPB mulai membangun system informasi akuntansi yang mengintegrasikan sistem pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan oleh seluruh unit yang ada di lingkup UPB.

“Dulu pada waktu pertama kali kami mendapatkan opini WTP, sistem penyusunan laporan keuangan kita itu masih belum terintegrasi antara semua unit. Jadi, opini WTP yang kita peroleh itu akhirnya mendorong kita untuk semakin meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan tidak hanya dari sisi keandalan tapi juga kecepatan,” jelas Prihartini.

Sistem yang digunakan saat ini, menurut Prihartini, memungkinkan diperolehnya laporan keuangan secara cepat. Peningkatan kualitas ini, lanjutnya, bukan sekadar demi mempertahankan predikat, melainkan juga bermanfaat bagi pengambilan kebijakan pimpinan.

  1. Komitmen UPB Menjunjung Keterbukaan Informasi Publik

Lebih lanjut Prihartini menjelaskan, predikat yang diperoleh ini juga menunjukkan komitmen UPB dalam menjunjung keterbukaan informasi publik. Opini WTP tidak sekadar menjadi indikator keberhasilan kinerja UPB sebagai perguruan tinggi di Kebumen, tapi juga sudah menjadi standar reputasi publik dalam upaya meningkatkan citra positif dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan.

“Ini adalah bentuk transparansi untuk akuntabilitas UPB kepada publik. Penilaian oleh kantor akuntan publik ini sebetulnya mereka bertindak mewakili masyarakat. Jadi, kami akan berusaha untuk menghasilkan kinerja yang maksimal dalam konteks pertanggungjawaban keuangan kepada publik,” pungkas Prihartini. (driz)

 

Berita Terkait