Tanggapi Revisi PPKM Darurat, Bupati Kebumen: Belum Saatnya Buka Tempat Ibadah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 13 Jul 2021
- visibility 1.618
- comment 0 komentar

Masjid Agung Kauman masih tertutup untuk umum. (Foto: Padmo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah pusat melakukan revisi PPKM Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali 3-12 Juli 2021. Salah satunya membolehkan tempat ibadah buka kembali.
Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 revisi pada Diktum ketiga huruf g dan k Inmendagri Nomro 15 Tahun 2021 memberikan izin membuka tempat ibadah.
1. Belum Saatnya Membuka Tempat ibadah
Menanggapi hal itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan bahwa pihaknya sementara waktu masih menutup tempat ibadah di Kebumen. Karena PPKM darurat menurut dia bertujuan untuk mengunci aktivitas masyarakat agar lebih ketat lagi pembatasannya.
“Untuk wilayah Kebumen dengan situasi saat ini, saya kira belum saatnya membuka masjid atau tempat ibadah,” ujar Bupati usai rapat penanganan Covid-19 bersama para kepala Puskesmas di Kebumen secara virtual, di Gedung F Kompleks Kantor Bupati Kebumen, Senin 12 Juli 2021.
2. Masyarakat Agar Salat Idu Adha di Rumah
Lagi pula kata Bupati, sesuai dengan arahan dan keputusan Menteri Agama, juga jelas menyatakan masyarakat agar salat Idu Adha di rumah. Tidak perlu beramai-ramai menyaksikan pemotongan hewan kurban.
“Jadi masih kita tutup,” tegasnya.
3. Penyerapan Tinggi, Banyak Puskesmas Kehabisan Stok Vaksin
Adapun soal penanganan Covid-19 tingkat Puskesmas yang ada di Kebumen kata Bupati Arif, laporannya cukup baik. Misalnya soal program vaksinasi Puskesmas dengan penyerapan yang tinggi. Bahkan, banyak Puskesmas yang kehabisan stok vaksin.
“Untuk vaksin gelombang II tadi laporannya banyak yang sudah habis. Artinya penyerapannya bagus. Saya mewanti-wanti memang agar Puskemas tidak menimbun vaksin, tapi terus mendistribusikan ke masyarakat,” ucapnya.
4. Banyak Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19
Bupati menyampaikan bahwa Puskesmas menghadapi kendala yang hampir sama. Banyak tenaga kesehatan atau Nakes terpapar Covid-19. Pihaknya pun cukup prihatin karena ada juga kepala Puskemas yang terpapar Covid-9.
Bupati menyebut mayoritas masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kebumen adalah mereka yang belum menjalani vaksinasi.
“Yang sudah menjalani vaksinasi memang masih mungkin terpapar Covid-19. Tapi daya tahannya lebih kuat daripada yang belum,” tandas Bupati. (gita)







Saat ini belum ada komentar