Warganet Bersuara, Pemerintah Menjawab: Intip Rencana Proyek Jalan Kebumen 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- visibility 660
- comment 0 komentar

Jalan rusak. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi mengumumkan rencana besar peningkatan infrastruktur jalan untuk tahun anggaran 2026 melalui media sosial.
Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam mendukung mobilitas, menjamin keselamatan berkendara, serta memacu denyut ekonomi masyarakat hingga ke pelosok desa.
Namun, sebelum memantau titik perbaikan, warga diimbau mengenali status jalan berdasarkan marka untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab.
• Jalan Nasional (92,36 km): Dikelola Kementerian PUPR. Ciri khas: Marka kuning dan putih.
• Jalan Provinsi (47,27 km): Dikelola Pemerintah Provinsi. Ciri khas: Marka putih tanpa warna kuning.
• Jalan Kabupaten (1.017,15 km): Dikelola Pemkab Kebumen. Ciri khas: Marka putih dengan ukuran lebih kecil.
Daftar Ruas Jalan & Jembatan Sasaran Perbaikan 2026
Berdasarkan data DPUPR, berikut adalah sebaran rencana perbaikan di berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen untuk tahun anggaran 2026.
1. Wilayah Tengah & Barat
- Kec. Kebumen: Ruas Stadion–Gemeksekti, Wilis Kebumen, Candimulyo–Bojongsari, dan Wonosari–Sruni.
- Kec. Gombong: Gombong–Kuwarasan, Wero–Semondo, Gombong–Bonosari, Sempor Lama Gombong, serta Kenanga Gombong.
- Kec. Pejagoan & Sruweng: Peniron–Karanggayam, perbaikan Jembatan Luk Ulo, Sruweng–Kritig, Tanggeran–Plarangan, dan pembangunan Jembatan Daslim.
- Kec. Adimulyo: Meles–Banjareja, Podourip–Sugihwaras, Kemujan–Sidobunder, serta pemeliharaan Jembatan Sembir.
2. Wilayah Utara
- Kec. Karanggayam & Karangsambung: Karanggayam–Kebakalan, Karanggayam–Klopogodo, Giritirto–Plipitan, Pagebangan–Somagede, Langse–Pujegan, dan pelebaran Jembatan Karangkrong.
- Kec. Sadang & Sempor: Lingkar Selatan Karangsambung–Sadang, Wadasmalang–Sadangkulon, Jatinegara–Purbowangi, serta Jembatan Pondok.
3. Wilayah Selatan, Pesisir, & Timur
- Kec. Ayah & Buayan: Demangsari–Boyowulung, Rogodadi–Watukelir–Pringtutul, Jatiroto–Banyumudal–Redisari, hingga Buayan–Jladri.
- Kec. Klirong, Petanahan, & Mirit: Klirong–Pandan–Tanggulangin, Dorowati–Podourip, Tanjungsari–Nampudadi, Klirong–Petanahan, Jembatan Yuda, Sarwogadung–Tlogorejo–Bonorowo, Sirnoboyo–Tlogopragoto, hingga Jembatan Kali Mati.
- Kec. Buluspesantren & Wilayah Timur: Muktisari–Bocor, Arjowinangun–Banjurmukadan, Jatisari–Bocor, Adikarso–Sangubanyu, Sinungrejo–Ambalresmi, Ampih–Lajer, hingga Kabekelan–Lembupurwo.
Suara Warganet: Antara Apresiasi dan Kritik
Pengumuman ini memicu beragam reaksi di media sosial Facebook. Seperti akun Ngapak Traveller memberikan apresiasi singkat “sipp”, namun masukan kritis juga diberikan.
“Pemerintah harus menjamin ketebalan material dan menyesuaikan jenis jalan (aspal/cor) dengan kontur tanah spesifik Kebumen,” tulis akun Jati Kukuh Padr.
Keluhan juga datang dari akun Iman Nurkhayat terkait kerusakan jalan Bocor–Muktisari yang telah memakan korban fisik dan materiil.
Kebumen Update turut mengklarifikasi kekhawatiran warga seperti akun Nurochman, dengan memastikan bahwa ruas Wonosari–Sruni yang rusak parah sudah masuk dalam daftar resmi perbaikan tahun 2026.
Transparansi ini diharapkan menjadi awal koordinasi yang baik. Warga diimbau untuk terus mengawal agar perencanaan ini terealisasi secara tepat sasaran demi kenyamanan bersama. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar