Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
  • visibility 25.782
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Angin bertiup kencang, hawa dingin juga terasa sampai ke tulang sumsum. Sesekali berhenti untuk mengatur napas di mana kami masih adaptasi mengingat baru bangun tidur.

Sekitar satu jam perjalanan, kami sampai di pos Arcopodo. Pos di mana terdapat dua arca kembar yang kini keberadaannya entah di mana. Mungkin memang tidak di pinggir jalur pendakian, jadi tidak terlihat.

Lepas dari Arcopodo, kami mulai meninggalkan area hutan di mana pohon-pohon cemara sudah mulai berkurang. Area ini dinamakan Cemoro Tunggal.

Tapi sayangnya pohon cemara tersebut sudah roboh entah diterjang angin kencang/terkena longsoran jalur. Yang jelas waktu itu sudah tidak ada pohonnya.

Medan Berpasir

Memasuki medan berpasir, harus ekstra waspada dan hati-hati. Di mana area ini sering terjadi kecelakaan berupa cedera kepala akibat terkena batuan lepas.

Biasanya adalah batuan lepas yang tidak sengaja terinjak pendaki. Awalnya batu kecil yang menggelinding. Lalu menabrak batu lainnya yang lebih besar. Maka dari itu di sini tidak boleh lengah.

Juga yang perlu diwaspadai adanya area yang dinamakan blank 75. Di mana area ini terdapat jurang yang sering menjadi titik ditemukannya pendaki bila tersesat setelah turun dari puncak/terpeleset/salah jalur.

Antre

Langkah demi langkah kami lalui beriringan. Setiap dua atau tiga langkah lalu berhenti, begitu seterusnya. Mengingat setiap pijakan kaki di situ akan sedikit membuat mundur kaki kita karena berupa pasir dan batuan. Juga karena antri dengan pendaki di depan kita. Ke gunung waktu tahun 2013 sudah mulai antre.

Ada momen di mana saya dan Mufid tertinggal agak jauh dengan Willy dan Ilham. Lalu saya putuskan untuk sholat Subuh. Tentunya mengambil area yang aman, tidak di tengah jalur, dan sambil duduk.

Menjelang matahari terbit, hampir semua pendaki yang masih terjebak di jalur berusaha mengabadikan momen tersebut. Kesempatan itu saya manfaatkan untuk menyalip pendaki lain yang sedang berhenti. Karena jika tidak cepat, bisa kesiangan sampai di puncak.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangguran Habiskan Rp 21 Juta untuk Foya-foya, Penasaran Darimana Uangnya?

    Pengangguran Habiskan Rp 21 Juta untuk Foya-foya, Penasaran Darimana Uangnya?

    • calendar_month Kam, 11 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 27.488
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Bergayalah secukupnya sesuai penghasilan, atau bergayalah sesuai isi dompet. Kata kata yang cukup nge-hits ini banyak berseliweran di media sosial ataupun dunia maya. Pesannya jelas, jika tidak mampu, maka tidak perlu gengsi agar terlihat wah serta mewah, oleh orang lain. Seperti pria asal Desa Kalitengah  Gombong demi menutupi gengsinya, dia rela menggadai kendaraan mobil […]

  • Pawai Ta'aruf

    10.000 Santri TPQ Semarakkan Tahun Baru Hijriyah

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.957
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peringatan tahun baru hijriyah diperingati dengan semarak di Kebumen. Gebyar Muharram 1441 Hijriyah yang berlangsung di Alun-alun Kebumen, Minggu (1/9/2019) diikuti oleh sebanyak 10.000 santri Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dengan metode Qiroati. Para santri berasal dari TPQ yang tersebar di 26 kecamatan di Kebumen. Bahkan peserta dari Kecamatan Binangun, Cilacap juga […]

  • Botol Miras

    Jelang Lebaran, Polres Kebumen Sita 2.286 Botol Miras, 756 Liter Oplosan dan 61 kg Serbuk Mercon

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 997
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka cipta kondisi menjelang operasi ketupat, jajaran Polres Kebumen menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Sasaran operasi meliputi distribusi sembako, penyakit masyarakat, minuman keras, judi, prostitusi, narkoba, petasan serta balon udara yang berpotensi mengganggu penerbangan. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menyebutkan hasil KRYD pihaknya menyita 2.286 botol minuman keras berbagai merk. […]

  • Pemilu 2024

    Ini Pengakuan Warga Binaan yang Nyoblos di Rutan Kelas IIB Kebumen

    • calendar_month Kam, 15 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.151
    • 0Komentar

    Dari hasil pantauannya, Sekda menyatakan pelaksanaan Pemilu di Rutan Kelas II B Kebumen berlangsung dengan tertib dan aman. Dia juga melihat para warga binaan sangat antusias untuk menggunakan hak suara di TPS yang sudah disediakan. “Tadi kita lihat alhamdulillah para warga binaan di rutan Kelas II Kebumen juga mendapatkan hak pilihnya. Semua sudah terdata dengan […]

  • Baznas Kebumen Salurkan ZIS Rp 2,1 Miliar

    Baznas Kebumen Salurkan ZIS Rp 2,1 Miliar

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.949
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen mentasarufkan dana zakat infaq dan shodaqoh (ZIS) tahap III tahun 2019 di pendopo rumah dinas Bupati Kebumen, Kamis (19/9/2019). Pentasarufan ZIS untuk para penerima di wilayah Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Buluspesantren, Alian, Karangsambung dan Sadang itu diserahkan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Ketua Baznas Kebumen drh […]

  • Bupati Tanggapi 4 Raperda, Salah Satunya tentang Pengelolaan Sampah

    Bupati Tanggapi 4 Raperda, Salah Satunya tentang Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Sen, 24 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.884
    • 0Komentar

    Selanjutnya Raperda tentang Garis Sempadan, baik pemerintah dan Fraksi PDI-P sepakat atas lahirnya Raperda ini untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan penghuni atau pemakainya, serta masyarakat sekitar dan lingkungan baik fisik maupun sosialnya. “Harapannya dengan adanya Raperda ini, implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) akan dapat dijalankan dengan jelas, mudah, teratur, berkepastian hukum, serta berkesinambungan,” […]

expand_less