Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 19 Jul 2024
- visibility 25.491
- comment 0 komentar

Willy, Mufid, Ilham, dan saya di Ranu Kumbolo Gunung Semeru. (Foto: Hari)
Lepas dari area Cemoro Kandang, kami sampai di pos Jambangan. Lalu tidak jauh dari Jambangan sampailah kami di pos Kalimati. Pos di mana semua pendaki yang akan naik ke puncak (summit) harus bermalam di sini.
Jika dihitung waktu tempuh dari Raju Kumbolo menuju Kalimati kurang lebih ditempuh selama 4-5 jam.
Segera kami mencari lokasi tenda yang pas dan cocok. Lalu mencari air untuk persediaan memasak dan bekal naik. Kita bisa mengambilnya di sini, ada sebuah mata air.
Mata Air di Kalimati
Sayangnya saya tidak mengecek lokasi mata air tersebut karena sudah terlalu sore. Saya sendiri memilih membeli air yang dijual warga setempat dengan harga Rp10.000 untuk 1 botol air (1,5 liter) waktu itu.
Menjelang istirahat malam, kam berembug akan bangun jam berapa untuk summit attack. Lalu diputuskan pukul 00.00 bangun. Alarm diset.
Tapi sebelum tidur, kita sempatkan memasak dan makan malam.
Saran Pendakian Hanya Sampai Kalimati
Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyarankan agar pendakian Semeru hanya sampai Kalimati. Bila tetap naik ke puncak, bukan menjadi tanggung jawab mereka.
Perjalanan ke puncak Semeru umumnya dilakukan saat dini hari. Karena perjalanannya memakan waktu 3–5 jam tergantung kondisi fisik dan keramaian jalur.
Hampir kebanyakan pendaki Semeru akan menargetkan puncak meskipun sudah diberitahu bahwa batas pendakian hanya sampai Kalimati. Toh mereka beralasan sudah datang dari jauh-jauh, sayang jika tidak sampai puncak. Termasuk saya sendiri. Hehe.
Setelah Isya, kami sepakat tidur.
Hari Ketiga
Kami berempat (saya, Mufid, Ilham, dan Willy) bangun bersamaan karena mendengar alarm. Tentunya sarapan dulu untuk isi perut dengan menu yang kami masak sebelum tidur. Hanya tinggal memanaskan lalu tinggal menyantapnya.
Untuk perbekalan menuju puncak, Willy membawa termos mini yg diisi teh manis panas. Saya membawa daypack mini berisi mantol, obat-obatan, survival kit, air minum dan makanan ringan. Ilham kebagian bawa kamera. Dan Mufid sepertinya kosongan.
Jam 1 dini hari kami memulai perjalanan summit tersebut. Banyak juga pendaki yang summit malam itu.









Saat ini belum ada komentar