Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 19 Jul 2024
- visibility 25.486
- comment 0 komentar

Willy, Mufid, Ilham, dan saya di Ranu Kumbolo Gunung Semeru. (Foto: Hari)
Pukul 6.00 WIB kereta Malabar datang, banyak sekali penumpang turun termasuk penumpang yang memanggul ransel gunung. Sepertinya banyak yang akan ke Semeru atau Bromo.
Berkenalan dengan Willy dan Ilham
Lalu tidak sengaja saya bertanya pada orang yang membawa ransel. Mau naik mana?
Setelah berkenalan, baru diketahui kalau mereka berdua adalah Willy dan Ilham. Peserta dari Bandung yang bergabung dengan rombongan kami nantinya.
Kami berempat masih menunggu di dalam stasiun, karena kereta dari Jakarta belum datang. Lalu yang ditunggu datang juga.

Jeep mengangkut ransel pendaki Gunung Semeru. (Foto: Hari)
Rey Datang
Nampak dari kejauhan Rey yang wajahnya tidak asing lagi. Rambut sebahu diikat, memakai topi, hidung mancung, dan wajahnya yang berbinar-binar.
Lalu kami semua berkenalan dan menuju keluar stasiun untuk sarapan pagi.
Sesi sarapan cukup lama dan membuat saya bosan. Karena mereka masih bersih-bersih badan dulu dan mencari angkutan menuju Tumpang (nama desa untuk transit sekaligus berganti kendaraan jeep).
Sekitar jam 8 pagi kami baru meluncur ke Tumpang menggunakan angkudes dari stasiun. Sampai Tumpang, kami semua transit dan istirahat di rumah singgah/basecamp milik warga yang memang sudah biasa dijadikan tempat singgah bagi para pendaki.
Di situ kami istirahat cukup lama, sampai pukul 13.00 WIB sepertinya. Untuk pendaki yang belum melengkapi persyaratan pendakian, disarankan diurus di sini. Seperti surat sehat atau belanja perbekalan.
Perjalanan dari Tumpang ke Ranupane–basecamp pendakian G.Semeru–ditempuh selama kurang lebih 3 jam.









Saat ini belum ada komentar