Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 19 Jul 2024
- visibility 25.494
- comment 0 komentar

Willy, Mufid, Ilham, dan saya di Ranu Kumbolo Gunung Semeru. (Foto: Hari)
Perjalanan Turun
Untuk perjalanan turun relatif santai dan tidak begitu menguras tenaga. Apalagi medan turun dari puncak Semeru yang berupa pasir membuat kita bisa berjalan setengah berlari. Namun hal ini jangan membuat kita terlena dan lengah. Karena dari kebanyakan kasus kecelakaan di Gunung Semeru, biasanya pendaki lengah saat turun dari puncak dan tidak menyadari jika salah jalur lalu terperosok ke jurang atau masuk area blank 75.
Sampai di pos Kalimati, saya dan Mufid segera beres-beres tenda dan packing ulang. Tapi ada sedikit masalah. Rupanya bekal yang saya bawa masih tersisa banyak. Inginnya ransel agak ringan.
Saat sedang bingung, rupanya Willy dan Ilham muncul. Langsung saja kami serahkan sisa perbekalan kami ke mereka. Tentu tidak semuanya, karena saya dan Mufid juga butuh bekal untuk turun.
Pamitan
Sekali lagi berpamitan dengan mereka berdua. Tidak lupa mengingatkan untuk berbagi foto-fotonya nanti. Oya, di sini kami juga bertemu dengan rombongan Rey. Ternyata mereka baru sampai Kalimati saat malam. Dan baru akan summit malam berikutnya.
Benar-benar santai sekali mereka. Pasti sangat menikmati perjalanan.
Hanya ucapan terimakasih dari saya karema sudah diajak bergabung dengan rombongan Rey. Saya juga memberi oleh-oleh untuk rombongan Rey yang akan summit malam nanti. Apalagi kalau bukan lanting pedas. Hehehe.
Pukul 11.00 WIB saya dan Mufid meninggalkan pos Kalimati.









Saat ini belum ada komentar