Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 19 Jul 2024
- visibility 25.492
- comment 0 komentar

Willy, Mufid, Ilham, dan saya di Ranu Kumbolo Gunung Semeru. (Foto: Hari)
Selanjutnya melewati pos Jambangan, masuk Cemoro Kandang, Oro-oro Ombo, dan Ranu Kumbolo. Di Ranu Kumbolo kami berhenti sejenak untuk sholat Zuhur dan Asar. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju basecamp Ranupane dengan target sebelum gelap.
Alhamdulillah, kami sampai di Ranupane sekitar jam 7 malam dibumbui sedikit cerita horor yang dialami Mufid dan pendaki lain yang berjalan bersama kami.
Cerita Horor
Belakangan diketahui jika pendaki tersebut minta jalan bersama kami karena mengaku melihat sesuatu yang mengerikan saat melewati pos 1 bersamaan azan Magrib berkumandang.
Untungnya saya di depan jadi tidak tahu apa yang terjadi. Memang lebih baik saat adzan berkumandang, kita berhenti sejenak daru aktivitas. Apalagi saat magrib. Mengerikan.
Sampai Ranupane kami melobi pendaki lain yang sama-sama akan turun ke Tumpang. Lalu diputuskan akan mencarter kendaraan truk. Karena waktu itu belum ada peraturan yang mengharuskan pendaki menggunakan jeep saat naik atau turun.
Sampai Tumpang sekitar jam 3 pagi, di situ kami berpindah naik angkudes menuju Terminal Arjosari. Lalu ganti bus menuju Bungurasih Surabaya.
Pulang ke Kebumen
Jam 6 pagi sampai di Surabaya. Selanjutnya naik Bus Mira tujuan Jogja. Sampai Jogja sekitar jam 2 siang, lalu berlanjut naik Bus Merdeka tujuan Kebumen yang mana garasinya berada di dekat Masjid Bani Ahmad (koplak dokar).
Di sini Mufid sudah ditunggu orang tuanya. Dan saya pulang ke rumah dengan jalan kaki karena jaraknya relatif dekat.









Saat ini belum ada komentar