Pelesiran Tumenggungan: Jalan sebagai Ruang Perjumpaan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 26 Okt 2022
- visibility 2.982
- comment 0 komentar

Warga berbincang di Jalan Soekarno-Hatta. (Foto: Padmo)
Pemerintah kemudian melakukan berbagai perubahan yang cukup mendasar hingga mengundang pro kontra sengit. Pembatas jalur dibongkar bersamaan dengan diberlakukannya sistem satu arah. Teriakan protes dan keberatan mengiringi tahap ini namun pemerintah tetap bertahan pada rencananya.
Baca Juga: Banjir di Perkotaan dan Problem Air Salah Jalan
Bersamaan dengan semakin terbiasanya masyarakat dengan pola lalulintas baru, pembenahan berlanjut dengan penataan drainase, pelebaran wilayah pejalan kaki (pedestrian) serta pembangunan lampu penerangan yang artistik.
Kabarnya pembenahan ini masih akan berlanjut dengan mengajak para pemilik toko untuk membenahi (setidaknya) tampilan depan toko mereka agar semakin melengkapi indahnya panorama jalan. Rasanya akan semakin cantik jika tebaran baliho-baliho promosi yang semakin sesak juga dibenahi.
Intinya, wajah jalan utama yang dipermak habis-habisan diharapkan juga akan menjadi salah satu cerminan wajah kota yang indah, tertata dan layak dinikmati siapa saja.
Pelesiran Tumenggungan bukan Malioboro van Kebumen

Jalur pedestrian dilengkapi dengan kursi. (Foto: Padmo)
Mereka yang lahir di era 60 hingga 80an pasti masih ingat bagaimana senangnya ketika diajak untuk pesiar ke kota. Menyusuri jalan utama kota, melirik berbagai barang di etalase toko dengan harapan akan berbelok ke toko mainan. Atau kadang duduk terkantuk ketika orangtua asyik ngobrol dengan sahabat yang ditemui di persimpangan jalan.







Saat ini belum ada komentar