Ekstrakurikuler Pilihan: Lebih Baik Suka dan Rela daripada Terpaksa
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 2 Agu 2024
- visibility 2.837
- comment 0 komentar

Salah satu kegiatan rutin ekstrakurikuler di SMAN 2 Kebumen. (Foto: Gaspala Smanda)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tentu sebagian dari kita tahu bahwa terbitnya Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 menjadi bahasan hangat beberapa bulan lalu. Beberapa menganggap bahwa ekstrakurikuler Pramuka dihapuskan. Padahal tidak. Hanya statusnya saja yang berubah.
Intinya: ekstrakurikuler Pramuka tetap wajib ada di setiap satuan pendidikan. Hanya statusnya menjadi pilihan. Bukan wajib. Sama seperti ekstrakurikuler lain.
Baca juga: Ekstrakurikuler di SMAN 2 Kebumen Tampilkan Performa Terbaiknya saat Hari Ketiga MPLS
Begitu juga dengan SMAN 2 Kebumen (Smanda). Sekolah dengan jumlah puluhan ekstrakurikuler ini pasti terdampak dengan kebijakan tadi–Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Satu sisi menguntungkan ekstrakurikuler lain, satu sisi merugikan Pramuka jika dilihat dari kuantitasnya.
Hingga batas akhir pendaftaran ekstrakurikuler ditutup, Rabu 31 Juli 2024 pukul 12.00 WIB, saya masih menduga-duga tentang jumlah perolehan anggota di ekstrakurikuler yang sementara masih saya ampu–Gaspala.
Di tengah proses rekapitulasi yang masih berjalan, saya membayangkan sibuknya petugas rekap yang mengecek satu per satu murid dengan total 11 kelas.
Maka kemungkinannya akan muncul 390–396 data by name. Jumlah yang cukup banyak jika dikerjakan oleh satu atau dua orang.
Baca juga: Hari Pertama MPLS di SMAN 2 Kebumen, 4 Peserta Didik Terima Beasiswa Sigma
Jika mundur beberapa tahun ke belakang, saat proses open recruitment biasanya saya perintahkan pengurus untuk membuat link pendaftaran tersendiri. Untuk internal.
Meskipun nantinya tetap menunggu data dari OSIS, namun langkah ini cukup membantu. Efektif dan efisien. Toh data yang diisi hanya nama, kelas, dan nomor hp. Mungkin tambahan sekolah asal. Rasanya bukan data rahasia.










Saat ini belum ada komentar