Ekstrakurikuler Pilihan: Lebih Baik Suka dan Rela daripada Terpaksa
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 2 Agu 2024
- visibility 2.988
- comment 0 komentar

Salah satu kegiatan rutin ekstrakurikuler di SMAN 2 Kebumen. (Foto: Gaspala Smanda)
Kembali ke Pramuka. Bahasan mengenai Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 pernah saya bicarakan dengan pembina Pramuka Smanda, M Purwandanu Muthohar.
Saat itu, ia berseloroh agar ekstrakurikuler lain–yang banyak peminatnya–agar dibatasi jumlah pendaftarnya. Termasuk Gaspala.
“Ya dibatasi saja 50 peserta,” kata Purwandanu sambil tersenyum, semacam kode agar saling berbagi anggota. Tentu saat itu saya belum bisa mengiyakan kode tersebut. Karena belum mengetahui pasti jumlah peminat di Gaspala.
Sama-sama Membentuk Karakter
Yang saya tangkap, barangkali ini solusi untuk menjaga Pramuka tetap eksis dan ada peminatnya. Karena bagaimanapun, Pramuka dan Gaspala sama-sama membentuk karakter, menanamkan rasa tanggungjawab, kerjasama, cinta alam, hingga kemandirian anggotanya.
Terlebih lagi saya juga pernah menjadi bagian dari Cakra Adhi Kusuma 37–38. Sudah sepantasnya diri ini “berempati” akan dampak dari kebijakan ini.
Namun ada sisi positif dari Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Barangkali dari sisi kualitas anggotanya.
Dengan memberikan kesempatan pada murid untuk memilih jalannya sendiri, nantinya kader yang lahir dari ekstrakurikuler pilihan adalah kader yang lebih menjiwai, bersemangat, bertanggungjawab, dan punya rasa memiliki. Karena bagaimanapun lebih baik suka dan rela daripada terpaksa.
*Pagi tadi akhirnya mendapat kepastian jumlah pendaftar ekstrakurikuler Gaspala di angka 65 peserta.








Saat ini belum ada komentar