JKN: Lebih dari Sekadar Kartu, Penyelamat Ekonomi Keluarga di Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 13 Mei 2025
- visibility 942
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lebih dari satu dekade hadir di tengah masyarakat, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjelma menjadi pilar penting yang mempermudah akses layanan kesehatan. Namun, dampaknya jauh melampaui kemudahan berobat, merasuk hingga ke stabilitas ekonomi keluarga.
Meti Amal Rizky (18), seorang warga Desa Giwangretno, Sruweng, Kebumen, adalah salah satu saksi nyata manfaat ganda JKN ini. Baginya, menjadi peserta aktif JKN sejak 2022 adalah keputusan sadar yang kini ia syukuri. JKN telah menjadi tumpuan utama keluarganya dalam mengakses layanan kesehatan tanpa rasa khawatir berlebihan soal biaya.
“Kami sekeluarga, tanpa paksaan, mendaftarkan diri sebagai peserta JKN karena menyadari betapa krusialnya program ini,” tutur Meti.
Pengalaman mendampingi sang kakak menjalani operasi wasir beberapa waktu lalu menjadi bukti tak terbantahkan bagi Meti. Program JKN meringankan beban biaya pengobatan yang signifikan. Tak hanya itu, ayahnya pun merasakan manfaat serupa saat menjalani operasi hernia di salah satu rumah sakit Kebumen awal tahun ini.
“Saya sendiri memang belum pernah menggunakannya. Awalnya lebih sebagai langkah antisipasi. Namun, takdir berkata lain, kakak dan ayah saya membutuhkan perawatan intensif,” ungkapnya, Jumat 9 Mei 2025.
Meti tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya atas kehadiran JKN. Tanpa jaminan biaya kesehatan ini, ia yakin keluarganya akan terbebani biaya perawatan yang tidak sedikit. Bahkan, opsi mencari pengobatan alternatif yang lebih murah mungkin akan menjadi pertimbangan utama.
“Manfaat JKN ini sungguh luar biasa. Kami tidak mengeluarkan biaya sepeser pun selama perawatan di rumah sakit. Mulai dari tindakan operasi, obat-obatan, hingga kontrol pasca operasi, semuanya ditanggung,” jelasnya.
Lebih dari sekadar gratis, Meti juga menyoroti kemudahan administrasi. Selama mendampingi kakak dan ayahnya, ia tak direpotkan dengan berkas-berkas rumit. Pelayanan yang diberikan pun prima, dengan petugas yang ramah, fasilitas ruang perawatan yang lengkap, serta kamar yang bersih dan nyaman.
“Yang saya ingat, saat ke poli hanya perlu menunjukkan KTP. Petugas puskesmas juga menginformasikan bahwa rujukan tidak perlu dicetak karena sistemnya sudah terintegrasi secara daring. Jadi, tinggal datang ke rumah sakit,” kenangnya.
Keluarga Meti pun aktif membayar iuran JKN secara rutin. Baginya, iuran yang dibayarkan jauh lebih kecil dibandingkan manfaat finansial dan ketenangan pikiran yang mereka peroleh.
“Kalau dihitung secara matematis, memang tidak sebanding. Dengan prinsip gotong royong JKN, kami terbantu biaya puluhan juta di rumah sakit, padahal iuran yang kami bayarkan mungkin hanya sebagian kecilnya,” kata Meti.
Meti menekankan bahwa kepesertaan JKN adalah sebuah kebutuhan esensial. Pengalaman keluarganya telah membuktikan bahwa biaya kesehatan bisa sangat besar. JKN hadir sebagai jaminan pasti, memberikan rasa aman dan nyaman. Ia berharap, kesadaran akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan melalui JKN semakin meluas di seluruh lapisan masyarakat.
“Setiap orang mungkin punya pandangan berbeda soal JKN. Tapi bagi keluarga kami, menjadi peserta aktif JKN adalah prioritas utama. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar,” pungkasnya.








Saat ini belum ada komentar