Traktor Jalan Sendiri, Ternyata Petani Tersambar Petir
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 18 Okt 2021
- visibility 1.173
- comment 0 komentar

Warga saat akan mengevakuasi korban di tengah sawah. (Foto: Istimewa)
BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Petir yang menyambar bersamaan dengan hujan yang mengguyur Kebumen membawa korban jiwa. Seorang petani di Desa Jatirata, Kecamatan Buayan, Kebumen yang sedang membajak sawah menggunakan mesin traktor tersungkur akibat tersambar petir, Senin 18 Oktober 2021.
Petani malang bernama Mad Saedi (71) itu dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian itu. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 14.00 wib itu menggemparkan warga desa sekitar.
Peristiwa itu diketahui oleh dua orang petani yakni Tohir (66) dan Dimyati (60) saat sedang menggarap sawahnya. Saat itu mereka melihat kilat menyambar di jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi Tohir dan Dimyati berada. Di lokasi itu Mad Saedi (71) sedang membajak sawah menggunakan mesin traktor.
Setelah kejadian itu, keduanya dikejutkan dengan pemandangan aneh. Bagimana tidak mereka berdua melihat traktor berjalan tanpa awak joki di sawah milik pemerintah desa setempat.
Saat mereka mendekat ternyata tidak jauh dari mesin traktor, terlihat Mad Saedi tersungkur di bawah genangan air.
“Saat itu korban sudah tidak bergerak,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Iptu Tugiman.
Mendengar informasi tersebut, Polsek Buayan segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, kuat dugaan korban meninggal karena tersambar petir.
Luka Bakar
Keterangan ini diperkuat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas Buayan yang menemukan bekas luka bakar di tubuh Saedi.
“Berdasarkan data di lapangan, kuat dugaan korban meninggal karena tersambar petir. Sesuai keterangan saksi-saksi di lapangan,” pungkasnya.
Adanya kejadian itu Iptu Tugiman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatannya, terutama saat membajak sawah.
Warga diimbau untuk segera mengakhiri aktifitasnya di sawah saat hujan turun.
“Baiknya jika mulai hujan, petani segera menghentikan aktifitasnya. Tanah lapang tempat yang berbahaya saat hujan. Petir bisa datang pada waktu yang tak disangka,” pungkasnya.







Saat ini belum ada komentar