Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pelesiran Tumenggungan: Jalan sebagai Ruang Perjumpaan

Pelesiran Tumenggungan: Jalan sebagai Ruang Perjumpaan

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
  • visibility 3.159
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Segala potensi yang ‘memperlambat’ dipandang sebagai hambatan. Atas nama efisiensi dan percepatan perekonomian, dibangunlah jalan-jalan yang steril dari semua hambatan. Muncullah jalan-jalan panjang dan lebar yang mulus dan dapat dilalui kendaraan berbagai ukuran dengan kecepatan tinggi. Setelah berkembang di Amerika dan Eropa, jalan tol tanpa hambatan pun masuk Indonesia; dimulai dari Tol Jagorawi di tahun 1978.

Pengembangan jalan-jalan yang begitu masif seringkali mengorbankan wilayah-wilayah yang tak lagi menjadi menjadi tempat ampiran untuk berhenti sejenak. Film animasi Cars dengan bagus menceritakan sebuah kota kecil bernama Radiator Spring yang mati karena tak pernah disambangi orang. Ini gegara muculnya jalan tol yang ‘mematikan’ rute mampir ke sana. Sebuah efek yang sebenarnya juga dirasakan oleh Kebumen seiring dengan beroperasinya jejaring jalan tol di kawasan Jawa Utara.

Dalam pengembangan tata kota, sebagian masyarakat dan pemerintah daerah juga terpasung oleh konsep ‘modern’ ini. Pembangunan jalan dan penataan rute disusun dengan mengedepankan efisiensi dan daya tampung perindahan manusia dan barang.

Jalan Kota Wajah Kota
Pelesir Tumenggungan

Suasana Pasar Pagi Tumenggungan. (Foto: Padmo)

Sejak beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Kebumen intens menata salah satu ruas jalan utama kota, tepatnya Jalan Sukarno Hatta. Kawasan Tugu Walet ke arah Timur hingga Tugu Adipura di sudut alun-alun dirombak total.

Semula ini adalah jalan dua jalur, terpisah oleh pembatas jalan yang di beberapa tempat berfungsi sebagai taman kecil. Pedestrian hampir tak berfungsi karena banyak dimanfaatkan sebagai lapak pedagang kaki lima atau bahkan perluasan ruang pajang toko. Yang menyedihkan, sepanjang jalan banyak dijumpai toko-toko yang pintunya selalu tertutup. Pemiliknya para pedagang yang sudah menyerah karena semakin sedikit pelintas yang mau mampir.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • 35 Korban Keracunan Masih Dirawat di RSUD

    35 Korban Keracunan Masih Dirawat di RSUD

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.198
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Dari 67 santri yang dilarikan RSUD dr Soedirman akibat keracunan makanan, hingga Kamis (4/4/2019) sore, tinggal 35 orang. Sisanya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani  rawat jalan. Kepala Bidang Penunjang Medis dan Non Medis RSUD dr Soedirman Tri Tunggal Eko Sapto menjelaskan, awalnya pihaknya menerima 67 pasien. Namun dari pemeriksaan awal sebanyak 19 pasien langsung […]

  • Kisah Pondok di Desa Wadasmalang Karangsambung, Tempat para ODGJ Mengaji dan Temukan Kesembuhan

    Kisah Pondok di Desa Wadasmalang Karangsambung, Tempat para ODGJ Mengaji dan Temukan Kesembuhan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.412
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat marjinal dengan mengunjungi pasien ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin Dukuh Karangjambu Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung, Rabu 17 September 2025. Kunjungan ini disambut hangat oleh pengurus pesantren, Muhtadin, serta para santri, relawan, dan warga sekitar. Turut mendampingi Bupati Lilis […]

  • Program Sekolah Bumi, Peserta Kunjungi 5 Geosite di Geopark Kebumen

    Program Sekolah Bumi, Peserta Kunjungi 5 Geosite di Geopark Kebumen

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.332
    • 0Komentar

    Dari keterangan pada papan informasi di Geosite Serpentinit, batuan ini merupakan jenis malihan atau metamorf yang berwarna kehijauan dan berasal dari perut bumi di bawah lantai samudra. 4. Geosite Sekis Mika Bergerak ke arah timur dari lokasi Geosite Serpentinit, peserta singgah di Geosite Sekis Mika Kali Brengkok Desa Sadangkulon. Lokasi ini dianggap sebagai batuan kerak […]

  • Rob Sayung

    Dibully Soal Rob Sayung, Gubernur Luthfi Jawab dengan Aksi Nyata dan Strategi Jangka Panjang

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 444
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi santai kritik dan bully yang ditujukan kepadanya terkait penanganan rob di Sayung, Kabupaten Demak. Ia justru menyebut bully sebagai “obat penyemangat” untuk bekerja lebih giat dan ikhlas. “Saya dibully ndak papa. Itu seperti obat. Terpenting, saya tidak tinggal diam, kerja ikhlas dan lebih giat,” ujar Luthfi […]

  • Arif-Rista

    Arif-Rista Diberi Cangkul dan Pengki Oleh Pedagang Pasar Tumenggungan, Apa Maksudnya?

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.857
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH dan Hj Ristawati Purwaningsih SST MM menyapa para pedagang Pasar Tumenggungan, Senin 9 November 2020. Blusukan paslon tunggal dalam Pilbup Kebumen 2020 tersebut bukan dalam rangka kampanye, melainkan sekadar menyapa dan menyerap aspirasi para pedagang pasar terbesar di Kebumen. Pedagang Keluhkan […]

  • Purnawirawan Polres Kebumen

    Pensiun, 15 Purnawirawan dan PNS Polres Kebumen Dibekali Kambing

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 11.950
    • 0Komentar

    Dengan memasuki masa pensiun, lanjut Kapolres, para purnawirawan harus tetap aktif menjalin silaturahmi, walaupun tugas dan pengabdiannya berbeda status. Kompol Purnawirawan Abu Khoiri mantan Kasikum Polres Kebumen mengatakan dirinya purna terhitung tanggal 1 Agustus 2022. Untuk mengisi waktu pensiun, bapak tiga anak dan tiga cucu itu banyak menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama keluarga. Kedepankan Rasa […]

expand_less