11.500 Pelari dari 38 Negara Ramaikan Borobudur Marathon 2025, Dorong Sport Tourism dan UMKM Jawa Tengah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- visibility 443
- comment 0 komentar

Antusiasme pelari mengikuti - Borobudur Marathon 2025. (Foto: Humas Jateng)
MAGELANG (KebumenUpdate.com) – Borobudur Marathon 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang lari paling bergengsi di Asia setelah resmi menyandang predikat Elite Label. Status ini mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan provinsi ini sebagai ikon marathon dunia, sekaligus pusat sport tourism Indonesia.
Gelaran yang berlangsung Minggu pagi 16 Nopember 2025 di kawasan Candi Borobudur itu menyedot 11.500 pelari dari 38 negara, termasuk 11 pelari elite internasional. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang melepas langsung peserta mengatakan, Borobudur Marathon bukan sekadar event olahraga, melainkan motor penggerak wisata dan ekonomi masyarakat.
“Borobudur Marathon sudah naik kelas. Dengan status elite marathon, Jawa Tengah semakin menarik bagi wisatawan dan investor,” ujarnya di Taman Lumbini.

Event Kelas Dunia Dongkrak Ekonomi Daerah
Luthfi menegaskan, antusiasme pelari membuktikan olahraga mampu menggerakkan ekonomi. Ajang ini mendorong perputaran uang di sektor penginapan, transportasi, kuliner, hingga UMKM. Ia berharap Borobudur Marathon menjadi pemicu lahirnya berbagai event lari internasional di Jateng, seperti moon marathon, night marathon, beach marathon, hingga mountain marathon.
“Dengan banyak event, UMKM bergerak, investasi tumbuh, dan Jawa Tengah makin kuat sebagai ikon marathon dunia,” jelasnya.
Pemerintah dan panitia juga menyiapkan bonus total Rp600 juta bagi pemecah rekor, baik kategori putra maupun putri, termasuk pelari asal Jawa Tengah.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erik Thohir turut hadir melepas peserta. Ia menilai Borobudur Marathon sudah menjadi aset sport tourism nasional dan membuka peluang dibuatnya marathon series Indonesia.
“Ini usulan bagus. Kita akan pelajari dan dorong agar Indonesia punya event marathon kelas dunia,” katanya.
UMKM hingga Homestay Ikut Kebanjiran Berkah
Perputaran ekonomi Borobudur Marathon terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut perputaran ekonomi 2024 mencapai Rp73,9 miliar, dan tahun ini diprediksi melampauinya karena jumlah peserta meningkat 1.000 orang.
Dampak ekonomi dirasakan langsung pelaku UMKM dan penginapan di sekitar Borobudur.
Unfa Agustina, pemilik Homestay Sandyakala, mengaku pesanan kamar selalu membludak menjelang event.
“Event seperti ini bikin usaha makin cuan. Pesanan bahkan sudah masuk enam bulan sebelumnya,” tuturnya.
Bank Jateng selaku penyelenggara juga melibatkan 66 UMKM dalam program Pawone dan Berdikari, mulai dari kuliner hingga kerajinan dan fesyen.
“Kami ingin dampak acara ini dirasakan seluruh masyarakat, terutama UMKM,” kata Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro.

Sport Tourism sebagai Masa Depan Ekonomi Jateng
Sumarno menjelaskan bahwa kekuatan ekonomi Jawa Tengah bertumpu pada sektor konsumsi, di mana UMKM menjadi penopang utama. Karena itu, event sport tourism seperti Borobudur Marathon akan terus digarap melalui kolaborasi lintas lembaga.
“Kami ingin peserta tinggal lebih lama, minimal tiga hari, agar dampak ekonominya makin besar,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Kompas, Haryo Damardono, menilai Borobudur Marathon selama sembilan tahun telah menjadi ruang lahirnya ribuan kisah tentang semangat dan kebersamaan masyarakat Jawa Tengah. Tema tahun ini, Stride to Glory, merefleksikan perjalanan menuju kejayaan yang lahir dari konsistensi dan kolaborasi. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar