

PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI, Komunitas Pusaka Prembun atau yang lebih dikenal dengan nama KUPU Prembun memproduksi film dengan tema perjuangan.
Film ini mengangkat berbagai peristiwa heroik yang terjadi di kawasan Prembun selama perang kemerdekaan (1945-1949). Uniknya, para pemain film adalah warga Prembun dari berbagai kalangan, mulai dari driver ojol, tukang parkir, ibu rumah tangga hingga perangkat desa dan aparat pemerintah lainnya.
Film berdurasi 30 menit ini mengangkat beberapa peristiwa bersejarah terkait Prembun, antara lain pemindahan pemerintah daerah ke Prembun, penyergapan markas Tentara Pelajar di Bonorowo, pertempuran di Kabuaran hingga penculikan beberapa tokoh masyarakat pendukung perjuangan kemerdekaan.
Sutradara film tersebut, Anjar Widiarto mengungkapkan bahwa film itu dibuat berdasarkan berbagai sumber literatur dan kesaksian.
“Sebelum menyusun skenario dan story board, KUPU melakukan riset berdasarkan beberapa buku sejarah, artikel juga wawancara dengan saksi sejarah dan keluarga pelaku. Harapannya film ini dapat menjadi film edukasi sejarah yang memiliki dasar fakta meskipun kami tetap menyelipkan beberapa adegan untuk menambah keseruan,” jelas Anjar.

Ketua KUPU Prembun, Cahyo Widiatmoko mengungkapkan bahwa film ini terwujud berkat kerja kolektif banyak pihak.
“Terus terang modal kami hanya tekad. Kas komunitas pun hanya ada ratusan ribu. Namun ternyata banyak pihak yang bersedia terlibat sebagai relawan. Kami juga mendapat dukungan peralatan dan fasilitas dari SMK Cipta Karya, pemerintah desa dan kecamatan. Untuk konsumsi sebagian kami mengandalkan sumbangan dari beberapa ibu yang rela memasak bagi semua crew film,” jelas Cahyo yang sehari-hari bekerja sebagai perangkat desa.
Komunitas pengemudi ojol Prembun yang bergabung dalam Tim Sego Endog menjadi salah satu mitra yang banyak berperan dalam pembuatan film ini.
News & Inspiring