Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Mengapa Gombong Berbeda?

Mengapa Gombong Berbeda?

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 19.183
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Salah satu dokumen resmi tertua yang menyebut Gombong adalah keputusan pemerintah kolonial untuk memberikan nama Cochius kepada sebuah benteng (sekarang dikenal dengan nama Van der Wijck). Dokumen berangka tahun 1839 ini menjadi salah satu rujukan tertua keberadaan Gombong selain beberapa peta militer bertahun 1835 dan 1836.

Kenyataannya, pembangunan benteng Cochius menjadi salah satu pemicu utama tumbuhnya sebuah kota bernama Gombong. Markas militer yang kemudian berkembang menjadi sekolah militer itu telah mendorong pemukiman di sekitar yang pada gilirannya memunculkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Ibarat film koboi, Gombong dari semula sebuah wilayah tak terkenal, pelan-pelan berubah menjadi kota seiring dengan berdatangannya orang-orang untuk bermukim di situ. Daerah yang relatif subur serta jaminan keamanan karena kehadiran militer menjadikan Gombong sasaran ideal untuk bermukim dan mengembangkan usaha.

Proses terbentuknya kota ini sangat berbeda dengan banyak kota tradisional di Jawa yang terbentuk sebagai hasil dari manajemen dan struktur kekuasan Mataram (atau kekuasan kolonial yang memanfaatkan pola kekuasaan Mataram). Sekalipun militer menjadi alasan kuat tumbuhnya kota, terbukti dalam kehidupan sosial ekonomi, militer sebagai alat kekuasaan tidak banyak campur tangan.

Implikasinya adalah Gombong berkembang secara lebih partisipatif, egaliter inklusif. Proses pembentukan dan pengembangan kota tidak terpusat pada trah penguasa atau elite tertentu, baik elite politik maupun elite religius.

Kota Pergerakan dan Keragaman

Titik-titik dinamika masyarakat yang menyebar membuat pergerakan sosial, ekonomi dan budaya di Gombong lebih dinamis. Aktor-aktor perubahan bermunculan dari berbagai kalangan. Di era kolonial, setidaknya ada beberapa nama yang layak disebut.

Haji Tohir misalnya. Beliau adalah seorang saudagar dari trah keluarga Kalang, sebuah sub suku Jawa yang menguasai perdagangan di berbagai daerah di Jawa. Tak hanya menjadi taipan dagang, beliau juga bersumbangsih pada kemajuan bangsa dengan mendirikan sebuah sekolah Neutral School.

Baca Juga: Semangat Perubahan di Gedung Gereja St. Mikael Gombong

Ada pula Kyai Siradj, seorang kyai dari lingkungan pesantren di Brangkal. Bisa dibilang beliau adalah kyai pergerakan yang hidupnya lebih banyak di dunia pergerakan daripada di pesantren. Sebagai pimpinan Sarekat Islam di Gombong, beliau banyak mengilhami kaum muda untuk terjun di dunia pergerakan. Salah satunya adalah Marto Darsono, seorang guru muda yang akhirnya menjadi salah satu tokoh yang ikut membangun Muhammadiyah di Gombong.

Dari kalangan Tionghoa ada keluarga Oei, sang ayah Oei Tjing Hwat dan Oei Wan Tiong anaknya. Mereka adalah wijckmeester (kepala kampung) Pecinan yang menggagas perkumpulan masyarakat Tionghoa (THHK) dan mendirikan sekolah untuk anak-anak Tionghoa. Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat lintas-kelompok.

Ada sebuah peristiwa penting yang dimuat di Harian Pemandangan tahun 1937. Perserikatan Muhamadiyah Gombong mengadakan peringatan ulang tahun perguruan Hollandse Indische School m.d. Quran. Sebuah sekolah modern berbasis nilai-nilai Islami di Gombong. Yang menarik, perhelatan itu didukung saudagar kalang Mulyo Widharto (pendiri PO Mulyo) dan Oei Wan Tiong. Selain itu juga dimeriahkan oleh paduan suara remaja Indo-Belanda yang dipimpin seorang blasteran Ambon Belanda bernama Huawe.

Egaliter dan Partisipatif

Masyarakat Gombong yang tumbuh dalam keragaman memunculkan karakter yang egaliter dan disatukan oleh identitas ‘kegombongan’ yang melampaui identitas kelompok dan kesukuan. Kebanggaan teritorial ini menjadi bahan bakar pembangunan Gombong terutama di awal era kemerdekaan.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Mengantar Anak, Seorang Bapak Ditemukan Meninggal

    Usai Mengantar Anak, Seorang Bapak Ditemukan Meninggal

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 712
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Usai mengantar anaknya berangkat ke salah satu pondok pesantren di Wonosobo, seorang bapak ditemukan meninggal dunia di teras bengkel sepeda motor di Desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan, korban diketahui bernama Budi Santoso warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Baca […]

  • Lokalate

    Lokalate Ajak Anak Muda Bantu Difabel melalui Gerakan #SobatMelekInklusif

    • calendar_month Sel, 27 Apr 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.012
    • 0Komentar

    Sri Ayu, seorang barista Café More penyandang difabel sensorik netra merupakan salah satu penerima manfaat dari Lokalate Inclusive Entrepreneurship Program. “Mewakili teman-teman yang bekerja di Café More, kami merasa bersyukur atas kepedulian dan dukungan dari tim Lokalate di Bandung dalam melakukan program pendampingan dan mentoring bisnis bagi kami. Saat ini café kami makin dikenal masyarakat […]

  • Top BUMD Award 2024

    Bulan Ramadan, Kebumen Raih 2 Penghargaan Sekaligus

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.452
    • 0Komentar

    “Saya pribadi dan juga mewakili pemerintah berpesan kepada BPR BKK Kebumen untuk terus menjaga dan memperbaiki layanan. Seluruh karyawan ini harus punya inovasi-inovasi cemerlang untuk tumbuh kembangnya perusahaan,” terangnya. Kinerja Positif  Sementara itu Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, menambahkan bahwa BKK Kebumen mampu menorehkan catatan kinerja yang positif. BUMD ini disebut berhasil mencapai […]

  • Botol Miras

    Jelang Lebaran, Polres Kebumen Sita 2.286 Botol Miras, 756 Liter Oplosan dan 61 kg Serbuk Mercon

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka cipta kondisi menjelang operasi ketupat, jajaran Polres Kebumen menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Sasaran operasi meliputi distribusi sembako, penyakit masyarakat, minuman keras, judi, prostitusi, narkoba, petasan serta balon udara yang berpotensi mengganggu penerbangan. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menyebutkan hasil KRYD pihaknya menyita 2.286 botol minuman keras berbagai merk. […]

  • Monitoring Mangrove Di Kaliratu: Dari 1000 Bibit Tersisa 550-600

    Monitoring Mangrove Di Kaliratu: Dari 1000 Bibit Tersisa 550-600

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.593
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Kawasan Kaliratu yang terletak di Desa Tanggulangin dan Jogosimo Kecamatan Klirong, digadang-gadang akan dijadikan wisata bahari oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen. Selain karena terdapat kawasan konservasi penyu di Desa Jogosimo, jika ke arah timur atau menuju Desa Tanggulangin maka di sepanjang pinggir sungai akan terlihat area yang ditanami bakau (mangrove). Meskipun saat ini […]

  • SMK Nawa Bhakti

    SMK Nawa Bhakti Kirim 7 Kwintal Beras untuk Pemulihan Dampak Semeru Melalui PMI Kebumen

    • calendar_month Kam, 20 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – SMK Nawa Bhakti mengirimkan bantuan berupa tujuh kwintal beras guna masa pemulihan bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Penyerahan bantuan diberikan melalui PMI Kebumen, Rabu 19 Januari 2022. Bantuan beras dari SMK Nawa Bhakti ini diberikan melalui pembina PMR Wira, Fitriadi Prihartanto diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan pokok pada masa pemulihan […]

expand_less