Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Mengapa Gombong Berbeda?

Mengapa Gombong Berbeda?

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 18.484
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Salah satu dokumen resmi tertua yang menyebut Gombong adalah keputusan pemerintah kolonial untuk memberikan nama Cochius kepada sebuah benteng (sekarang dikenal dengan nama Van der Wijck). Dokumen berangka tahun 1839 ini menjadi salah satu rujukan tertua keberadaan Gombong selain beberapa peta militer bertahun 1835 dan 1836.

Kenyataannya, pembangunan benteng Cochius menjadi salah satu pemicu utama tumbuhnya sebuah kota bernama Gombong. Markas militer yang kemudian berkembang menjadi sekolah militer itu telah mendorong pemukiman di sekitar yang pada gilirannya memunculkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Ibarat film koboi, Gombong dari semula sebuah wilayah tak terkenal, pelan-pelan berubah menjadi kota seiring dengan berdatangannya orang-orang untuk bermukim di situ. Daerah yang relatif subur serta jaminan keamanan karena kehadiran militer menjadikan Gombong sasaran ideal untuk bermukim dan mengembangkan usaha.

Proses terbentuknya kota ini sangat berbeda dengan banyak kota tradisional di Jawa yang terbentuk sebagai hasil dari manajemen dan struktur kekuasan Mataram (atau kekuasan kolonial yang memanfaatkan pola kekuasaan Mataram). Sekalipun militer menjadi alasan kuat tumbuhnya kota, terbukti dalam kehidupan sosial ekonomi, militer sebagai alat kekuasaan tidak banyak campur tangan.

Implikasinya adalah Gombong berkembang secara lebih partisipatif, egaliter inklusif. Proses pembentukan dan pengembangan kota tidak terpusat pada trah penguasa atau elite tertentu, baik elite politik maupun elite religius.

Kota Pergerakan dan Keragaman

Titik-titik dinamika masyarakat yang menyebar membuat pergerakan sosial, ekonomi dan budaya di Gombong lebih dinamis. Aktor-aktor perubahan bermunculan dari berbagai kalangan. Di era kolonial, setidaknya ada beberapa nama yang layak disebut.

Haji Tohir misalnya. Beliau adalah seorang saudagar dari trah keluarga Kalang, sebuah sub suku Jawa yang menguasai perdagangan di berbagai daerah di Jawa. Tak hanya menjadi taipan dagang, beliau juga bersumbangsih pada kemajuan bangsa dengan mendirikan sebuah sekolah Neutral School.

Baca Juga: Semangat Perubahan di Gedung Gereja St. Mikael Gombong

Ada pula Kyai Siradj, seorang kyai dari lingkungan pesantren di Brangkal. Bisa dibilang beliau adalah kyai pergerakan yang hidupnya lebih banyak di dunia pergerakan daripada di pesantren. Sebagai pimpinan Sarekat Islam di Gombong, beliau banyak mengilhami kaum muda untuk terjun di dunia pergerakan. Salah satunya adalah Marto Darsono, seorang guru muda yang akhirnya menjadi salah satu tokoh yang ikut membangun Muhammadiyah di Gombong.

Dari kalangan Tionghoa ada keluarga Oei, sang ayah Oei Tjing Hwat dan Oei Wan Tiong anaknya. Mereka adalah wijckmeester (kepala kampung) Pecinan yang menggagas perkumpulan masyarakat Tionghoa (THHK) dan mendirikan sekolah untuk anak-anak Tionghoa. Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat lintas-kelompok.

Ada sebuah peristiwa penting yang dimuat di Harian Pemandangan tahun 1937. Perserikatan Muhamadiyah Gombong mengadakan peringatan ulang tahun perguruan Hollandse Indische School m.d. Quran. Sebuah sekolah modern berbasis nilai-nilai Islami di Gombong. Yang menarik, perhelatan itu didukung saudagar kalang Mulyo Widharto (pendiri PO Mulyo) dan Oei Wan Tiong. Selain itu juga dimeriahkan oleh paduan suara remaja Indo-Belanda yang dipimpin seorang blasteran Ambon Belanda bernama Huawe.

Egaliter dan Partisipatif

Masyarakat Gombong yang tumbuh dalam keragaman memunculkan karakter yang egaliter dan disatukan oleh identitas ‘kegombongan’ yang melampaui identitas kelompok dan kesukuan. Kebanggaan teritorial ini menjadi bahan bakar pembangunan Gombong terutama di awal era kemerdekaan.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiai Palsu

    Tertipu Kiai Palsu, Nenek di Gombong Kehilangan Emas 35,6 Gram

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.313
    • 0Komentar

    Lalu PJ mengajak korban menemui SP untuk membuktikan bahwa dia adalah kiai sakti yang mendapatkan keberkahan dari Tuhan. Uang Rp 2000 disulap menjadi Rp 10.000. Setelah bertemu dengan tersangka SP, baik korban maupun tersangka PJ diminta menyerahkan uang kertas pecahan Rp 2.000 lalu dilipat. Oleh tersangka SP, lipatan uang itu lalu diberikan ke genggaman korban […]

  • Sediakan Pangan Murah, Bupati Resmikan PT Aneka Usaha Kebumen Jaya

    Sediakan Pangan Murah, Bupati Resmikan PT Aneka Usaha Kebumen Jaya

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 4.659
    • 0Komentar

    Untuk tahap selanjutnya, PT Aneka Usaha akan mengembangkan untuk penjualan beras dengan menyerap gabah-gabah petani lokal. Selain itu juga turut serta dalam pengembangan bisnis pariwisata. Direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya Wahyu Sugiantoro menambahkan, sebagai BUMD tentunya usaha yang dijalankan tidak hanya bisnis oriented tapi juga harus sosial oriented. Baca juga: Resmikan 8 Lumbung Pangan Masyarakat […]

  • Jadwal Ki Eko Suwaryo

    Jadwal Dalang Ki Eko Suwaryo Bulan September 2023, Tanggal 12 Libur Karena

    • calendar_month Jum, 1 Sep 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 53.576
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalang wayang kulit kenamaan asal Kabupaten Kebumen Ki Eko Suwaryo hampir full pentas wayang kulit selama bulan September 2023. Hanya pada tanggal 12 September 2023 dalang asal Desa Jatiroto, Kecamatan Buayan, Kebumen libur pentas. Liburnya Ki Eko pada tanggal ini karena bertepatan dengam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kebumen. Baca […]

  • 396 Pelajar akan Tampilkan Tarian Kolosal Ikonik di Depan Pendopo Kabumian

    396 Pelajar akan Tampilkan Tarian Kolosal Ikonik di Depan Pendopo Kabumian

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 990
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peringatan Hari Jadi ke-396 Kabupaten Kebumen pada Kamis, 21 Agustus 2025, akan dimeriahkan dengan pementasan tari kolosal spektakuler di Jalan Merdeka Utara. Sebanyak 396 penari yang terdiri dari pelajar SMP se-Kabupaten Kebumen akan menampilkan tarian yang sarat makna dan merefleksikan sejarah serta identitas daerah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) […]

  • Ini 13 Ruas Jalan Rusak yang Diusulkan Akan Diperbaiki oleh Pemkab Kebumen

    Ini 13 Ruas Jalan Rusak yang Diusulkan Akan Diperbaiki oleh Pemkab Kebumen

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.859
    • 0Komentar

    Selanjutnya anggaran tersebut langsung digunakan untuk pengerjaan jalan Purwodeso-Petanahan yang sampai saat masih dalam tahap pengerjaan. Joni berharap pemerintah pusat bisa mengakomodir lagi usulan perbaikan jalan yang diajukan oleh Pemkab Kebumen. Daftar Ruas Jalan yang Akan Diperbaiki  Adapun 13 ruas jalan dan anggaran yang diusulkan yakni Jalan Selokerto-Buayan 10,5 miliar rupiah, Jalan Gombong-Kuwarasan 10,8 miliar rupiah, […]

  • Makanan Sehat

    Jangan Kalap Lagi! Tips Jaga Pola Makan Sehat Setelah Lebaran

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 995
    • 0Komentar

    LEBARAN usai, saatnya kembali ke pola makan sehat. Banyak orang “kalap” saat Lebaran. Opor, rendang, dan kue-kue jadi santapan lezat. Tapi, kita harus segera kendalikan diri. Tujuannya agar tubuh kembali bugar. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Karo,  Provinsi Sumatera Utara – pafikarokab.org memberikan tips bagaimana menjaga pola makan sehat setelah lebaran. Mengapa Penting Jaga […]

expand_less