Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Mengapa Gombong Berbeda?

Mengapa Gombong Berbeda?

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 18.897
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Salah satu dokumen resmi tertua yang menyebut Gombong adalah keputusan pemerintah kolonial untuk memberikan nama Cochius kepada sebuah benteng (sekarang dikenal dengan nama Van der Wijck). Dokumen berangka tahun 1839 ini menjadi salah satu rujukan tertua keberadaan Gombong selain beberapa peta militer bertahun 1835 dan 1836.

Kenyataannya, pembangunan benteng Cochius menjadi salah satu pemicu utama tumbuhnya sebuah kota bernama Gombong. Markas militer yang kemudian berkembang menjadi sekolah militer itu telah mendorong pemukiman di sekitar yang pada gilirannya memunculkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Ibarat film koboi, Gombong dari semula sebuah wilayah tak terkenal, pelan-pelan berubah menjadi kota seiring dengan berdatangannya orang-orang untuk bermukim di situ. Daerah yang relatif subur serta jaminan keamanan karena kehadiran militer menjadikan Gombong sasaran ideal untuk bermukim dan mengembangkan usaha.

Proses terbentuknya kota ini sangat berbeda dengan banyak kota tradisional di Jawa yang terbentuk sebagai hasil dari manajemen dan struktur kekuasan Mataram (atau kekuasan kolonial yang memanfaatkan pola kekuasaan Mataram). Sekalipun militer menjadi alasan kuat tumbuhnya kota, terbukti dalam kehidupan sosial ekonomi, militer sebagai alat kekuasaan tidak banyak campur tangan.

Implikasinya adalah Gombong berkembang secara lebih partisipatif, egaliter inklusif. Proses pembentukan dan pengembangan kota tidak terpusat pada trah penguasa atau elite tertentu, baik elite politik maupun elite religius.

Kota Pergerakan dan Keragaman

Titik-titik dinamika masyarakat yang menyebar membuat pergerakan sosial, ekonomi dan budaya di Gombong lebih dinamis. Aktor-aktor perubahan bermunculan dari berbagai kalangan. Di era kolonial, setidaknya ada beberapa nama yang layak disebut.

Haji Tohir misalnya. Beliau adalah seorang saudagar dari trah keluarga Kalang, sebuah sub suku Jawa yang menguasai perdagangan di berbagai daerah di Jawa. Tak hanya menjadi taipan dagang, beliau juga bersumbangsih pada kemajuan bangsa dengan mendirikan sebuah sekolah Neutral School.

Baca Juga: Semangat Perubahan di Gedung Gereja St. Mikael Gombong

Ada pula Kyai Siradj, seorang kyai dari lingkungan pesantren di Brangkal. Bisa dibilang beliau adalah kyai pergerakan yang hidupnya lebih banyak di dunia pergerakan daripada di pesantren. Sebagai pimpinan Sarekat Islam di Gombong, beliau banyak mengilhami kaum muda untuk terjun di dunia pergerakan. Salah satunya adalah Marto Darsono, seorang guru muda yang akhirnya menjadi salah satu tokoh yang ikut membangun Muhammadiyah di Gombong.

Dari kalangan Tionghoa ada keluarga Oei, sang ayah Oei Tjing Hwat dan Oei Wan Tiong anaknya. Mereka adalah wijckmeester (kepala kampung) Pecinan yang menggagas perkumpulan masyarakat Tionghoa (THHK) dan mendirikan sekolah untuk anak-anak Tionghoa. Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat lintas-kelompok.

Ada sebuah peristiwa penting yang dimuat di Harian Pemandangan tahun 1937. Perserikatan Muhamadiyah Gombong mengadakan peringatan ulang tahun perguruan Hollandse Indische School m.d. Quran. Sebuah sekolah modern berbasis nilai-nilai Islami di Gombong. Yang menarik, perhelatan itu didukung saudagar kalang Mulyo Widharto (pendiri PO Mulyo) dan Oei Wan Tiong. Selain itu juga dimeriahkan oleh paduan suara remaja Indo-Belanda yang dipimpin seorang blasteran Ambon Belanda bernama Huawe.

Egaliter dan Partisipatif

Masyarakat Gombong yang tumbuh dalam keragaman memunculkan karakter yang egaliter dan disatukan oleh identitas ‘kegombongan’ yang melampaui identitas kelompok dan kesukuan. Kebanggaan teritorial ini menjadi bahan bakar pembangunan Gombong terutama di awal era kemerdekaan.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Kutowinangun

    Polsek Kutowinangun Bagikan Bantuan Beras ke Pesantren

    • calendar_month Rab, 28 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.541
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen dan jajarannya terus menggencarkan pembagian beras dan paket sembako guna meringankan warga masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Polsek Kutowinangun. Kapolsek Kutowinangun AKP Krida Risanto bersama dengan personelnya memberikan bantuan ke Pondok Pesantren Ikhsan Nawawi di Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun. Pengasuh Pesantren KH Ikhsanudin menerima secara simbolis […]

  • Pantai Setrojenar Jadi Wisata Favorit yang Merakyat, Berikut Tarif Terbarunya

    Pantai Setrojenar Jadi Wisata Favorit yang Merakyat, Berikut Tarif Terbarunya

    • calendar_month Rab, 27 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 9.666
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Pantai Setrojenar di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen selama libur natal dan tahun baru menjadi destinasi favorit wisatawan. Seperti yang terlihat pada Rabu 27 Desember 2023, menjelang petang nampak masih banyak wisatawan yang mendatangi pantai di sisi selatan Kebumen ini. Objek wisata yang dikelola pemerintah desa setempat ini juga memasang baliho daftar harga […]

  • Anggota DPR RI Asal Kebumen Bagikan Uang Belanja Rp 50 Juta, Ini Alasannya

    Anggota DPR RI Asal Kebumen Bagikan Uang Belanja Rp 50 Juta, Ini Alasannya

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.674
    • 0Komentar

    Biasanya, dia memberikan undian ibadah Umroh. Namun banyak yang keberatan dengan hal itu karena kurang pemerataan. Sehingga undian dialihkan dengan memberikan doorprize belanja kepada masyarakat. “Untuk itu, jatah tiga orang umroh dialihkan dengan uang belanja Rp 500.000 hingga Rp 1   juta,” ujar Darori yang memperoleh 54.000 suara pada Pileg 2019. Beri Dukungan Pilkades Dalam kesempatan […]

  • Lomba Merpati Tinggi

    1.000 Peserta Ramaikan Lomba Burung Merpati Kolong Berhadiah Rp 50 Juta

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.032
    • 0Komentar

    Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin menegaskan bahwa selama pertandingan tidak ada praktik perjudian. Panitia lomba menyiapkan sedikitnya Rp 50 juta untuk para pemenang. “Lomba merpati tinggi atau merpati kolong merupakan upaya Polres Kebumen mendekatkan Polri dengan para pecinta burung merpati. Lomba ini sekaligus sebagai sarana silaturahmi,” jelas AKBP Burhanuddin di dampingi pejabat utama Polres  Kebumen. Jadi […]

  • Tragis, Siswi SMKN 1 Kebumen Tewas Terlindas Bus Saat Berangkat Sekolah

    Tragis, Siswi SMKN 1 Kebumen Tewas Terlindas Bus Saat Berangkat Sekolah

    • calendar_month Sel, 3 Des 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 50.025
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Nasib tragis menimpa seorang siswi SMK Negeri 1 Kebumen. Pelajar yang diketahui bernama Lilik Mukaromah (17) itu meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan HM Sarbini Kebumen, Selasa, 3 Desember 2019. Tragisnya kecelakaan itu terjadi saat pelajar asal Desa Patukgawemulyo, Kecamatan Mirit perjalanan berangkat sekolah. Korban meninggal di lokasi kejadian setelah […]

  • Relawan Penerus Negeri Ajak Anak Muda Kebumen Melek Politik dan Bisnis Melalui “Ngopi Mase”

    Relawan Penerus Negeri Ajak Anak Muda Kebumen Melek Politik dan Bisnis Melalui “Ngopi Mase”

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.548
    • 0Komentar

    Pihaknya juga mengajak generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu nanti. Yakni dengan cara datang ke TPS. “Ini kan bertepatan dengan momen Pemilu, kita ajak anak-anak muda jangan patah semangat tetap optimistis perbanyak jejaring. Gunakan hak pilih kalian untuk datang ke TPS pada 14 Februari 2024.  Ini berarti telah berpartisipasi menjadi warga negara yang […]

expand_less